Saturday, November 26, 2011

contoh laporan sekolah ipa

Oleh: LenteraK
3,880
1 Comments: telah dilihat :

Home » Download » Contoh Laporan Penelitian Sekolah IPA

laporan penelitian

Pengantar: Karya Ilmiah contoh laporan penelitian sekolah, dapat digunakan untuk guru, mahasiswa kependidikan.

Abstrak:

Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan (discovery) Pada Siswa Kelas ..

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery)? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery). (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran penemuan (discovery). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas …………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ……………, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.

Thursday, July 14, 2011

Lima Kekuatan Potensi diri

Lima Kekuatan Potensi diri
Judul artikel ini mengatakan bahwa ada lima kekuatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan potensi diri. Apakah lima kekuatan itu? Ini yang akan saya jelaskan secara urut di artikel ini.

Pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak yakin, akan berakhir dengan kegagalan.

Yakin pun ada syaratnya, tidak asal yakin. Yakin yang saya maksudkan di sini adalah yakin yang berlandaskan kebijaksanaan dan akal sehat. Tidak asal “yakin” dan “ngotot”.

Mengapa harus dilandasi kebijaksanaan?

Ya, karena yakin ini sebenarnya ada tiga macam. Pertama, yakin yang hanya bermain di level kognisi atau pikiran sadar. Kedua, yakin yang bermain pada level afeksi atau pikiran bawah sadar. Ada lagi yakin yang tipe ketiga yaitu yakin yang “ngaco” alias “ngawur”. Yakin tipe ini adalah yakin yang berlebihan atau overconfident tapi tidak ekologis.

Yakin tipe ketiga ini sangat berbahaya. Ini ada satu cerita nyata. Kawan saya pernah bercerita bahwa ada seorang kawannya, sebut saja Bu Yuni, yang setelah mengikuti suatu pelatihan motivasi, menjadi begitu semangat dan menjadi sangat-sangat yakin bahwa ia akan bisa sukses dalam waktu yang sangat singkat dan mudah.

Sepulang dari pelatihan itu Bu Yuni dengan “haqul yaqin” (sangat yakin) memutuskan bahwa ia dalam waktu maksimal 3 (tiga) bulan akan menjadi orang kaya dan akan berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp. 3 Miliar. Benar, anda tidak salah baca, 3 bulan untuk Rp. 3 miliar. Ck.. ck… ck… sungguh dahsyat sekali.

Kekuatan kedua untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan Kekuatan Semangat atau The Power of Enthusiasm. Yang menjadi komponen atau bagian dari Kekuatan Semangat adalah konsistensi, persistensi, kegigihan, atau whatever it takes.

Tindakan yang dilandasi dengan suatu keyakinan yang teguh, bahwa kita pasti bisa berhasil, pasti akan dilakukan dengan penuh semangat. Semangat ini sebenarnya adalah motivasi intrinsik atau dorongan bertindak yang berasal dari dalam diri kita. Kekuatan Semangat ini yang membuat seseorang akan terus mencoba walaupun telah gagal berkali-kali. Kekuatan Semangat ini yang mendasari peribahasa “Tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada hanyalah hasil yang tidak seperti yang kita inginkan”, “Winners never quit. Quitters never win”, “Tidak penting berapa kali anda jatuh, yang penting adalah berapa kali anda bangkit setelah anda jatuh.”

Kekuatan Semangat ini yang menjadi pendorong Thomas Edison untuk terus mencoba walaupun ia telah berkali-kali “belum berhasil” menemukan bahan yang sesuai untuk membuat bola lampu listrik. Kekuatan Semangat ini pula yang mendorong Harland Sanders untuk terus menawarkan resep ayam gorengnya yang istimewa Kentucky Fried Chicken, walaupun ia telah ditolak berkali-kali.

Nah, bagaimana dengan kisah Bu Yuni? Saya lanjutkan ya ceritanya.

Bu Yuni, dengan bekal keyakinan yang “pasti” dan “kuat” memutuskan untuk menjalankan suatu usaha yang akan menjadi kendaraannya untuk mengumpulkan Rp. 3 miliar dalam waktu 3 bulan. Bu Yuni bekerja dengan sungguh serius.

Kekuatan ketiga adalah Kekuatan Fokus atau The Power of Focus. Fokus berarti kita hanya melakukan hal-hal yang memang berhubungan dengan target yang ingin kita capai. Pikiran kita menjadi sangat tajam, terpusat, seperti sinar laser yang siap untuk menembus berbagai penghalang. Kita tidak akan membiarkan berbagai cobaan atau distraksi membuat pikiran atau kegiatan kita menyimpang dari tujuan semula.

Saat Kekuatan Fokus bekerja kita akan sangat memperhatikan hal-hal detil dalam upaya mencapai keberhasilan. Kekuatan Fokus ini yang mendorong kita untuk menghasilkan master piece.

Sekarang saya lanjut lagi cerita tentang Bu Yuni. Apakah Bu Yuni fokus? Oh, sangat fokus. Begitu fokusnya sehingga ia bisa melihat banyak sekali peluang di sekitar dirinya. Bu Yuni mengajak kawannya kerjasama. Ia bahkan bersedia menanamkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan bisnis kawannya karena ia yakin bisnis ini bisa memberikan sangat banyak uang dalam waktu yang singkat. Bahkan saat kawannya, yang selama ini telah menggeluti bisnis itu, mengatakan bahwa tidak mungkin bisa secepat itu perkembangan bisnisnya, walaupun mendapat suntikan dana besar, Bu Yuni tetap yakin, semangat, dan fokus berkata, “Ah, yang penting yakin. Kalau yakin maka segala sesuatu mungkin terjadi.”

Kekuatan keempat adalah Kekuatan Kedamaian Pikiran atau The Power of Peace of Mind. Kekuatan keempat ini sangat penting diperhatikan karena ini merupakan barometer untuk menentukan apakah keyakinan kita terhadap sesuatu itu ekologis atau tidak.

Saat kita yakin, semangat, dan fokus melakukan sesuatu maka kita perlu memeriksa apakah kita merasakan ketenangan baik di pikiran maupun di hati. Jika jawabannya “Tidak” maka kita perlu memeriksa ulang keyakinan kita.

Kita perlu memeriksa apakah keyakinan kita itu sudah benar-benar yakin ataukah lebih karena dorong emosi tertentu, misalnya emosi takut atau keserakahan. Pada kasus Bu Yuni, ternyata ia sama sekali tidak merasakan kedamaian. Hal ini tampak dalam kehidupannya. Bu Yuni, dalam upaya mencapai targetnya, ternyata tidak mendapat dukungan dari suaminya. Bu Yuni tetap memaksakan kehendaknya. Ia bersikeras bahwa dengan keyakinannya yang pasti ia akan dapat mencapai apapun yang ia inginkan.

Apa yang terjadi? Bu Yuni sering ribut dengan suaminya dan selalu tampak murung dan stress.

Bila keyakinan kita bersifat ekologis, didasari dengan pikiran yang benar dan kebijaksanaan, maka saat kita bekerja keras dan giat untuk mencapai impian-impian kita, pikiran dan hati kita akan tetap merasa tenang, damai, dan bahagia. Ini adalah satu aspek penting yang jarang sekali diperhatikan oleh kebanyakan orang.

Perasaan tenang, damai, dan bahagia merupakan indikasi bahwa apa yang kita lakukan benar-benar kita yakini akan berhasil. Kita hanya tinggal melakukan kerjanya saja dan sukses sudah pasti akan kita dapatkan. Sukses hanyalah efek samping yang pasti akan terjadi.

Kekuatan kelima adalah Kekuatan Kebijaksanaan atau The Power of Wisdom. Kekuatan ini sangat penting karena digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan pada empat langkah pertama.

Dengan menggunakan kebijaksanaan kita dapat melakukan evaluasi dengan baik, benar,akurat, dan tanpa melibatkan emosi. Jika hasil yang dicapai belum seperti yang kita inginkan maka dengan menggunakan kebijaksanaan kita dapat mengetahui permasalahannya dan dapat meningkatkan diri kita.

Jika hasilnya sudah seperti yang kita inginkan maka, dengan menggunakan kebijaksanaan, kita dapat mempertahankan dan meningkatkan pencapaian itu. Kebijaksanaan juga digunakan untuk memeriksa keyakinan atau kepercayaan yang menjadi langkah awal tindakan untuk mencapai goal. Dengan bijaksana kita dapat memeriksa keabsahan keyakinan kita. Apakah kita sudah benar-benar yakin secara benar ataukah kita sebenarnya tidak yakin tapi memaksa diri yakin karena kita takut?

Bu Yuni ternyata tidak menggunakan Kekuatan Keyakinan dalam mengejar impiannya. Setelah mendengar penjelasan kawan saya secara cukup detil saya akhirnya menyimpulkan bahwa Bu Yuni ini sebenarnya tidak yakin namun ia memaksakan kehendak, tanpa mempertimbangkan kondisi riil yang sedang ia alami, untuk bisa sukses.

Ternyata emosi yang mendorong Bu Yuni untuk “Yakin” adalah ketakutannya akan masa depan. Ia, setelah menghadiri seminar motivasi, menjadi “sangat yakin” dengan apa yang diajarkan oleh si pembicara dan akhirnya menjadi “buta” oleh emosinya sendiri.

Hal ini diperkuat lagi saat Bu Yuni mendapat peneguhan dari mentornya, pembicara tadi, yang mengatakan, “Pokoknya, kalo kamu yakin, maka kamu bisa mencapai apapun yang anda inginkan.”

Pembaca, belief seperti ini, yang menggunakan kata-kata “pokoknya”, yang saya kategorikan sebagai “belief” yang perlu diwaspadai. Belief ini seringkali tidak membumi dan menyesatkan.

Bila kita menggunakan lima kekuatan yang telah saya jelaskan dalam artikel ini maka dengan bekal yakin, semangat, fokus, damai, dan bijaksana niscaya kita akan dapat mengembangkan potensi diri secara optimal.

Penulis Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology,pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis dua belas best seller “Born to be a Genius”, “Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success”, “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication”, “Becoming a Money Magnet”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, dan “Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring”, “Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian”, “Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian 2, dan “Five Principles to Turn Your Dreams Into Reality”, dan The Secret of Mindset

Pengembangan Potensi Diri 2

Pengembangan Pribadi melalui Pengenalan Diri

Pengembangan potensi diri adalah suatu usaha atau proses yang terus menerus menuju pribadi yang mantap dan sukses. Pribadi yang mantap dalam artian menuju kepada kedewasaan mental, sedangkan pribadi yang sukses dalam artian pribadi yang mampu tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan semua unsur negatif dalam diri kita. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita telah mencapai perkembangan diri secara optimal atau mencapai pribadi yang sukses dan mantap adalah dengan mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri dalam artian memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat dengan menyadari kekuatan dan kelemahan masing-masing.
Pengenalan diri sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi-potensi yang positif serta meminimalisasi potensi-potensi yang negatif. Pengenalan diri dapat melalui (1) introspeksi diri, (2) umpan balik dari orang lain, dan (3) test psikologi.
Introspeksi diri
Introspeksi diri merupakan peninjauan terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri atau disebut juga dengan mawas diri. Introspeksi diri dilakukan, karena kita sendiri yang paling mengetahui diri sendiri, dengan mendengarkan suara hati yang paling dalam dan dilakukan secara jujur. Misalnya : merenungkan diri sendiri dan menuangkan potensi-potensi yang ada pada diri sendiri ke dalam tabel kekuatan diri dan kelemahan diri.
Introspeksi diri akan sulit dilakukan apabila kita tidak mengetahui potensi diri sendiri, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk mengetahui potensi yang tersembunyi dari diri kita atau kita tidak mengetahuinya, kita dapat meminta bantuan orang lain.
Umpan Balik
Orang lainlah yang akan selalu menilai kebiasaan perilaku kita. Pengenalan diri melalui orang lain dapat dilakukan dengan meminta umpan balik tentang potensi diri baik yang positif maupun yang negatif.
Bila kita ingin menggunakan umpan balik sebagai alat untuk membantu orang lain mengembangkan pribadinya agar umpan balik yang dimaksud untuk kebaikan orang lain, benar-benar efektif. Sebaliknya, dapat menyebabkan salah mengerti dan bahkan dapat diakhiri dengan perasaan tersinggung, tegang, kesal, jengkel, marah, sedih, frustasi, dan menimbulkan pertikaian. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan umpan balik adalah :
1. Tujuan. Umpan balik benar-benar untuk kebaikan orang khususnya orang terdekat dan bukan sekedar untuk menghilangkan kejengkelan kita atau sekedar iseng saja.
2. Umpan balik positif dan negatif. Umpan balik tidak hanya untuk hal-hal yang negatif saja pada seseorang (kelemahan atau kekurangannya), tetapi juga untuk hal-hal yang positif (kekuatan atau kelebihannya). Seringkali orang tidak sadar akan kelebihannya dan kekurangannya. Menyadari kelebihannya akan sangat membantu untuk mengembangkan dan menyadari kekurangannya akan membantu untuk menguranginya.
3. Dapat diperbaiki. Di dunia ini tidak ada manusia yang persis sama 100 %, meskipun anak kembar karena memiliki perbedaan pada watak dan perilaku. Watak manusia akan sulit untuk dirubah tetapi sebaliknya, perilaku dapat dirubah dan diperbaiki. Jadi kita harus mengetahui dengan benar apa yang akan kita umpanbalikkan, watak atau perilaku. Bila yang akan diumpanbalikkan adalah hal yang negatif sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah kekurangan tersebut dapat diperbaiki atau tidak. Bila tidak dapat diperbaiki, umpan balik, jangan diberikan, karena kecuali tidak akan efektif, juga akan mendatangkan akibat negatif yang lebih besar.
4. Siap menerima. Untuk dapat menerima umpan balik terutama yang bersifat negatif, membutuhkan taraf kedewasaan (sikap diri dewasa) tertentu agar dapat memperbaiki kekurangannya. Sikap diri dewasa akan tampak ketika menghadapi persoalan secara cerdas, terarah, tidak berpihak, menggunakan otak, dan mencari pemecahan terbaik atau pun mengumpulkan informasi.
5. Hubungan antara pemberi dan penerima umpan balik. Umpan balik akan lebih efektif bila antara pemberi dan penerima sudah saling mengenal cukup baik, seperti : suami istri, ibu anak, dan sebagainya.
6. Waktu yang tepat. Secara sadar maupun tidak, sikap diri kita sering berubah-ubah dari sikap diri yang satu ke sikap diri yang lain, dalam menghadapi satu masalah yang sama. Kita diharapkan harus pandai menentukan “sikap diri” yang cocok dan perlu dipikirkan saat yang tepat untuk pemberian umpan balik. Dengan mempertimbangkan keadaan emosional penerima. Apakah ia sedang tenang, gelisah, marah-marah, tergesa-gesa, dan sebagainya ? Kecuali apabila penerima siap untuk dapat menerima umpan balik. Perlu diketahui menurut seorang ahli jiwa dari California, Dr. Eric Berne, setiap manusia memiliki tiga sikap diri (ego state) yaitu (1) sikap diri orang tua, (2) sikap diri dewasa, dan (3) sikap diri anak-anak.
7. Siapkan alternatif-alternatif. Ada kemungkinan besar bahwa setelah seseorang menerima umpan balik yang negatif, ia akan menanyakan tindakan-tindakan perbaikan kepada pemberi umpan balik. Dalam hal ini sebaiknya pemberi umpan balik sudah siap dengan beberapa alternatif yang mungkin dapat dipergunakan, kalaupun alternatif-alternatif yang disarankan tidak dapat dipergunakan, pemberi umpan balik telah memberi kesan yang sangat positif bagi penerima, yakni bahwa pemberi umpan balik tidak hanya melihat kekurangan-kekurangan, tetapi juga telah berusaha memikirkan perbaikan-perbaikannya, demi kepentingan penerima.
8. Non-evaluatif. Pada umumnya tidak ada orang yang senang dinilai, lebih-lebih secara negatif. Umpan balik yang efektif sebaiknya diberikan dalam bentuk non-evaluatif. Dalam hal ini, dapat disarankan untuk menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukkan kesan baik yang diperoleh dari pemberi umpan balik. Misalnya : Bila yang akan diumpanbalikkan adalah mengenai sikap yang terlalu agresif dari seseorang, maka kita tidak mengatakan “Sikap saudara terlalu agresif” atau “Sikap saudara kurang baik karena terlalu kasar”, tetapi “Saya sering merasa takut atau tidak berani berbicara bila berhadapan dengan saudara dalam suatu Diskusi”. Cara ini kecuali non-evaluatif, sekaligus juga memberi kelonggaran bagi penerima untuk membantah atau bertanya, dan mengundangnya untuk berfikir dan menarik Kesimpulan sendiri (mengapa orang lain merasa takut berbicara dengan dia ?)
9. Satu umpan balik. Pada umumnya orang hanya tahan untuk menerima satu umpan balik yang negatif pada sesaat, dengan kata lain, berikanlah satu persatu umpan balik dengan jeda waktu tertentu. Janganlah memberi umpan balik negatif yang terlalu banyak pada satu saat, karena hal ini hanya akan membingungkan dan mungkin mematahkan semangat seseorang.
10. Dialog. Pemberian umpan balik, baik umpan balik positif maupun umpan balik negatif, sebaiknya memberikan kesan untuk berdiskusi, karena biasanya penerima, menginginkan penjelasan-penjelasan lebih banyak. Berilah ia kesempatan dan sediakanlah waktu untuk maksud tersebut.
Hal-hal tersebut di atas sebaiknya diperhatikan benar-benar, supaya umpan balik dapat efektif dan akibat-akibat negatif dapat dicegah. Khususnya no. 8, bila tidak mungkin untuk memberikan umpan balik secara non-evaluatif, dapat juga orang memberikan terlebih dahulu umpan balik mengenai hal-hal yang positif. Biasanya orang menjadi lebih siap untuk menerima umpan balik yang negatif setelah ia menerima umpan balik yang positif.
Test psikologis
Pengenalan diri melalui test psikologis dilakukan karena potensi diri yang dimiliki tidak diketahui oleh kita sendiri dan orang lain. Tes ini dilaksanakan dengan cara pengisian instrumen-instrumen yang telah dirancang untuk mengenal diri sendiri. Dari hasil pengisian tersebut akan didapat dimensi tipologi seperti : (1) Extrovertion, (2) Introvertion, (3) Intuition, (4) Sensation, (5) Thinking, (6) Feeling, (7) Judging, dan (8) Perceiving. Dari 8 (delapan) tipologi tersebut, David Kersey mengklasifikasikan menjadi 16 (enam belas) tipologi manusia yang membedakan perilaku-perilakunya.
Cara yang paling cocok untuk lebih mengenal diri sendiri adalah berpulang kepada diri sendiri. Namun yang jelas, kita harus meluangkan waktu untuk melihat bagaimana keadaan diri kita yang sebenarnya secara terbuka dengan menerapkan kejujuran. Tanpa kejujuran dan keterbukaan, kita hanya menemukan topeng-topeng diri kita oleh karena itu dengarlah suara hati nurani kita. (rok)

http://cenya95.wordpress.com/2008/09/03/pengembangan-potensi-diri/

Pengembangan Potensi Diri

PENDAHULUAN
Manusia diciptakan oleh Allah dalam kondisi yang lemah, kemudian Allah memberikan fasilitas pendengaran, penglihatan dan akala budi agar manusia dapat berkembang dan mensyukuri nikmat kehidupannya. Akan tetapi banyak manusia yang tidak menyadari segala potensi yang diberikan oleh Allah kepadanya.
Setelah terlahir di dunia, manusia akan dihaadapkan masalah demi masalah. Tidak ada kehidupan tanpa masalah. Manusia dari waktu ke waktu akan bekerja semakin berat. Tidak jarang kecepatan pertumbuhan jumlah masalah lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan kita menangani masalah.
Manusia yang dapat memanfaatkan segala potensi dirinya dengan baik dan mampu menyelesaikan permasalahan hidupnya, maka akan dapat menemukan kebahagiaan hidup. Sebaliknya, apabila manusia tidak dapat menggunakan potensi yang dimilikinya dengan optimal maka malapetaka dalam kehidupannya akan banyak dijumpai.
Masalahnya, bagaimana kita dapat mengembangkan potensi yang telah kita miliki, agar manusia dapat memperoleh kebahaagiaan sejati.
POTENSI MANUSIA
Manusia dapat berkembang melalui berfikir, bergerak atau bekerja dikarenakan adanya dorongan atau motivasi tertentu. Dorongan atau motif yang mendasari orang melakukan aktivitas sangat bervariasi sebabnya. Orang boleh saja sama-sama melakukan sholat, akan tetapi alasan dasar dia melakukan sholat dan keinginan apa yang diharapkan tentu sangat berbeda, walaupun dia sama-sama muslim.
Motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu ada yang disebabkan karena faktor internal dan ada yang dari faktor eksternal. Yang sering menjadi masalah adalah memformulakan motivasi menjadi perilaku yang permanen.
Manusia dengan konsep dirinya menjadi unsur terpenting dalam menentukan pengembangan diri. Disini semua manusia mempunyai kesamaan potensi, akan tetapi potensi itu ada yang digali dan ditumbuh suburkan menjadi potensi yang luar biasa, disisi lain ada orang yang tidak menggunakan potensinya untuk merubah dirinya.
PROSES dan
Transformasi internal

Rangsangan Aksi dan
Eksternal Reaksi
berupa Sikap dan Perilaku
PENGEMBANGAN POTENSI
Ada dua kelompok untuk mengembangkan potensi diri manusia dalam menghadapi dinamika hidup. Pertama , Spiritual motivation: kita mau melakukan kegiatan karena adanya dorongan dari dalam hati, nurani, kehendak, bathin dan akhal budi kita. Kedua, Technical motivation kita dapat merealisasi keinginan hidup ini karena kita memiliki ketrampilan teknis sehingga kita merasa enjoy dengan kegiatan dan amal yang kita kerjakan.
Al Banna mengatakana, bahwa amalan hati lebih penting dibandingkan dengan amalan fisik . Oleh sebab itu memperhatikan pengembangan diri tentang faktor-fator kenapa kita berbuat lebih penting dibandingkan hanya mengontrol kita hanaya beramal saja. Pada titik tertentu, jika seseorang keropos dalam konsep ini, banyak kemudian orang menjadi lemah mental dan tidak jarang mereka beramal tetapi hanya untuk dipuji saja.
Ada jargon yang mengatakan Big think-start small , act now, merupakan konsep yang perlu kita renungkan untuk kontek perkembangan mikro diri kita.
MODEL PENGEMBANGAN POTENSI DIRI
Motivasi spiritual
Anda harus mempelajari konsep diri dengan baik. Nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi dasar yang tidak dapat lagi anda pungkira urgensinya. Berapa banyak orang yang kehilangana arah yang hakiki, kemudian berbalik menjadi bunuh diri dan tindakan lain yang penuh dengan kenistaan.
Perenungan diri dan perencanaan diri, berbicara dengan bathin sendiri dengan penuh kejujuran, mengatakan yang benar itu benar dan mengakui yang salah itu salah. Adalaah pokok-pokok yang dapat menyebabkan diri kita berkembang dengan sempurna dan penuh kedewasaan. Komponen ilmu (kefahaman) agama dan keterbukaan diri anda merupakan menghantar hidup anda menuju sifat tidak lipstik dihadapan Tuhan dan manusia. Berlatihlah.
Motivasi teknikal
Tidak cukup anda dewasa hanya dengan motivasi spiritual yang kuat. Tidak cukup anda dapat bertahan dengan kemampuan spiritual saja. Tidak cukup anda dapat melahirkan mimpi-mimpi anda hanya dengan doa saja. Tidak cukup anda memperoleh kebahagian dunia dan menyelesaikan hidup anda hanya dengan kekuatan spiritual saja. Kini saatnya anda harus sadar, bahwa anda harus menggerakkan diri anda dengan bekal senjata dunia dan jenis senjata untuk beramal islami. Ilmu dunia dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan hidup anda adalah keharusan yang harus dimiliki.
Ketrampilan dasar seperti membaca, menulis, berbicara, mendengar, mengingat, mengkonsep merupakan alat dasar yang anda perlukan dalam hidup. Kemampuan dasar untuk hidup lain yang diperlukan seperti kemampuan memutuskan, menganalisa berlatih menyampaikan / mempresentasikan gagasan kepada orang lain.
Konsep pengembangan diri tidak untuk diri anda sendiri, akan tetapi anda harus berbuat untuk orang lain, masyarakat dan anda harus mampu memeperbaiki sistem kehidupan manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Ini semua memerlukan teknologi yang relevan. Anda memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang relevan dengan pekerjaan anda.
KETRAMPILAN TEKNIKAL (Technical Skill)
Mengapa anda perlu membekali ketrampilan teknikal, karena pada masa akan datang akan melewati kondisi :
• Perubahan yang cepat,
• Perubahan yang tidak menentu,
• Dunia penuh tantangan,
• Kompetitive yang semakin berat,
• Komtrol lingkungan yang tinggi,
• Ledakan jumlah pendudukan,
• Era pelayanan pelanggan,
• Perubahan teknologi yang luar biasa, dan ……………….
Adapun kemampuan dilihat dari fungsi manajemen sebagai berikut:
Level Manajer Kebutuhan Skill untuk pemimpin Pekerjaan utama
TOP Konsep HAM Tek-nikal Visi, misi,
Strategi
Midle Konsep HAM Teknikal Kebijakkan
& manajerial
Lower Konsep HAM Teknikal Operasional


http://hahajhi.wordpress.com/2008/04/12/pengembangan-potensi-diri/

Thursday, June 30, 2011

Tips

Tips Menghadapi Ujian Perguruan Tinggi Negeri
short url : http://capc.us/6uLWo 0 Comments dan 0 Reactions

Share

Masuk perguruan tinggi negeri tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi semua siswa yang telah lulus SMA. Apalagi jika masuk perguruan tinggi ternama. Tetapi, dengan adanya sistem penerimaan mahasiswa baru mandiri yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi negeri membuat kita pusing dengan soal-soal yang mungkin bagi kita aneh.

Berikut ini tips yang bisa digunakan untuk membantai soal-soal ujian mandiri perguruan tinggi negeri..

1. Perguruan Tinggi Negeri biasanya menggunakan soal-soal terdahulu yang ditambah dengan soal-soal baru yang tak jauh berbeda dengan soal-soal terdahulu. Bahkan ada soal yang sama dengan soal-soal terdahulu tnpa dirubah sedikitpun. Jadi, belilah buku soal atau download soal-soal ujian seperti UMPTN, SIPENMARU, dll.

2. Kuasailah seluruh materi dengan mantap.

3. Rajinlah berlatih soal-soal sulit agar kemampuan anda berkembang.

4. Agar daya pikir anda maksimal, pahamilah materi. Jangan hanya bisa mengerjakan! tapi anda juga harus mengerti seluk-beluk seperti definisi atau latar belakang adanya materi itu.

Wednesday, June 8, 2011

AKPOL 2011

CATATAN = UNTUK PERSYARATAN/KETENTUAN LAINNYA AKAN DISESUAIKAN DGN KETENTUAN DARI PANITIA PUSAT MABES POLRI.

A. Persyaratan Umum
Setiap calon anggota Polri harus memenuhi persyaratan umum :

1. Warga Negara Indonesia
2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
4. Berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau yang sederajat
5. Berumur paling rendah 18 tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan
8. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian

B. Persyaratan Lain
Disamping harus memenuhi persyaratan umum tersebut di atas, setiap calon Taruna Akpol harus memenuhi persyaratan :

1. Berijazah serendah-rendahnya SMU / Madrasah Aliyah jurusan IPA / IPS
2. Persyaratan ijazah :
a. Lulusan SMU jurusan IPA / IPS dan Madrasah Aliyah, nilai rata-rata Ijazah / NEM / HUAN disesuaikan dengan nilai rata-rata terbaik pada masing-masing Propinsi ( Ketentuan nilai akan ditentukan kemudian )
b. Calon yang masih kelas III, menggunakan nilai rata-rata Raport kelas III Semester 1 disesuaikan dengan nilai rata-rata terbaik pada masing-masing Propinsi ( Ketentuan nilai rata-rata akan ditentukan kemudian )
c. Mahasiswa Semester VII / lulusan D III / D IV / S 1 dan Bintara / Tamtama Polri yang berijazah SMA / SMU / Madrasah Aliyah dengan nilai sesuai ketentuan di atas ( atau disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan )
3. Umur pada saat pembukaan pendidikan minimal 17 tahun, dan maksimal :
a. Lulusan SMU / Madrasah Aliyah : 21 ( dua puluh satu ) tahun
b. Lulusan D III / Mahasiswa Semester VII / Bintara Polri / Tamtama Polri : 23 ( dua puluh tiga ) tahun. ( atau disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan ).
c. Lulusan D IV / S 1 : 25 ( dua puluh lima ) tahun
4. Tinggi badan 163 cm bagi laki-laki dan 160 cm bagi wanita, dengan berat badan seimbang. Dengan catatan : pada daerah tertentu atau karena Talent Scouting yang erat kompetensinya dengan pekerjaan Polri dapat diberikan toleransi ( dengan Keputusan Kapolda )
5. Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan pembentukan
6. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun terhitung mulai saat diangkat menjadi Perwira Polri
7. Memperoleh persetujuan dari orang tua / wali bagi yang belum berusia 21 tahun
8. Tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu Instansi lain
9. Telah berdomisili di wilayah Polda pendaftaran minimal 1 (satu) tahun yang dibuktikan dengan KTP setempat dan KK atau Ijazah / STTB
10. Lulus seleksi dengan menggunakan sistem gugur ( kecuali apabila ditentukan lain berdasarkan kebijakan Pimpinan ) yang meliputi :
a. Pemeriksaan Administrasi
b. Pemeriksaan parade
c. Pemeriksaan dan pengujian Kemampuan jasmani
d. Pemeriksaan Psikologi
e. Pemeriksaan Akademik
f. Pemeriksaan Kesehatan
11. Talent Scouting disesuaikan dengan kebutuhan Polri yang akan ditentukan lebih lanjut


C. Berkas Pendaftaran :
Untuk mendaftar calon harus datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan 1 ( satu ) bendel berkas pendaftaran dokumen asli dan 1 ( satu ) bendel fotocopy dan dimasukkan dalam map, yaitu :
1. Surat Kewarganegaraan ( bagi keturunan WNA )
2. Akte Kelahiran / Surat Keterangan Lahir
3. KTP dan KK Calon
4. Ijazah / STTB beserta nilai SD, SMP, SMU / MA, D III, D IV, S 1
5. Surat Keterangan Sehat dari institusi kesehatan
6. SKCK
7. Raport asli bagi yang masih duduk di kelas III
8. Surat Keterangan dari Pimpinan Perguruan Tinggi bagi yang masih kuliah semester VII
9. Pas foto hitam putih ukuran 4 X 6 sebanyak 2 lembar dan ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar


D. Berkas Administrasi :
Berkas administrasi merupakan berkas asli dan tiga berkas fotocopy yang telah dilegalisir yang dibawa pada saat pelaksanaan tes Pemeriksaan Administrasi.

1. Surat permohonan
2. Akte Kelahiran / Surat Keterangan Kelahiran
3. KTP, KK dan Surat Keterangan Domisili dari kelurahan
4. Ijazah / STTB
5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian
6. Pernyataan Belum Pernah Nikah.
7. Keterangan Lolos Butuh.
8. Surat Ijin Orang Tua / Wali.
9. Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama.
10. Daftar Riwayat Hidup.
11. Pas Foto.
12. Surat Keterangan Sehat
13. Surat Pernyataan Sanggup Ditempatkan Di mana Saja di seluruh Wilayah Republik Indonesia dan sanggup ditugaskan di setiap bidang tugas Kepolisian


Keterangan :
Untuk poin 1, 6, 8, 9, 10, dan poin 13 formulir telah disediakan.

1. Surat permohonan :
a. Ditulis dengan tinta di atas kertas bermaterai
b. Menggunakan tulisan tangan pelamar
c. Menggunakan huruf balok tanpa coretan / tanpa dihapus
2. Akte Kelahiran / Surat Keterangan Kelahiran
3. KTP, KK, dan Surat Keterangan Domisili di wilayah Polda setempat pendaftaran, minimal 1 tahun ( bagi Calon taruna Akpol pendatang dari Polda lain ), yang dibuktikan dengan :
a. Fotocopy KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) dilegalisir kelurahan dengan menunjukkan KTP asli yang dikeluarkan dari wilayah Polda tempat pendaftaran
b. Fotocopy Kartu Keluarga ( KK ) dilegalisir kelurahan atau Ijazah / STTB dari sekolah di wilayah Polda tempat pendaftaran, dengan lama pendidikan minimal 1 tahun, atau kedua orang tua / salah satu orang tua kandung berasal / asli dari wilayah Polda tempat pendaftaran.
4. Ijazah / STTB :
a. Ijazah / STTB yang diperiksa adalah SD, SLTP, SLTA, berikut nilai ijazah. Bagi mereka yang masih duduk di kelas III SMU harus melampirkan raport kelas I s/d III semester I serta membawa surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta Ujian Akhir.
b. Ijazah / STTB tidak dibenarkan adanya perubahan kecuali jika perubahan tersebut dibuat dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
c. Ijazah / STTB dari Sekolah Luar Negeri harus mendapat pengesahan dari Depdiknas.
d. Ijazah / STTB yang digunakan adalah Ijazah / STTB Propinsi setempat.
e. Bagi lulusan S 1 / D IV / D III, ijazah / STTB yang digunakan adalah ijazah / STTB sesuai Sekolah / Perguruan tinggi yang menerbitkan.
f. Bagi calon Taruna Akpol yang masih kuliah semester VII agar melampirkan Surat Keterangan dari Pimpinan Perguruan Tinggi yang menerangkan bahwa calon merupakan mahasiswa yang masih aktif kuliah semester VII
5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian :
a. Surat Keterangan Catatan Kepolisian dikeluarkan dari Polsek setempat, berdasarkan rekomendasi RT, RW dan Kelurahan di mana calon Taruna Akpol bertempat tinggal
b. Surat Keterangan Catatan Kepolisian tersebut masih berlaku dan digunakan hanya untuk melamar menjadi calon Taruna Akpol
c. Surat Keterangan Catatan Kepolisian tersebut menyatakan yang bersangkutan tidak sedang / pernah terlibat kasus / penyidikan perkara pidana
6. Pernyataan Belum Pernah Nikah.
Setiap calon Taruna Akpol dipersyaratkan belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama pendidikan, maka Surat Pernyataan Belum Pernah Nikah dibuat oleh yang bersangkutan di atas materai dan diketahui oleh orang tua / wali dan Kepala Desa / Lurah setempat
7. Keterangan Lolos Butuh.
Bagi calon Taruna Akpol yang telah bekerja harus mempunyai keterangan lolos butuh dari instansi di mana ia bekerja.
8. Surat Ijin Orang Tua / Wali.
Bagi calon Taruna Akpol yang belum berusia 21 tahun harus memperoleh ijin dari orang tua / wali yang diketahui oleh kepala Desa / Lurah setempat.
9. Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama.
Setiap calon Taruna Akpol harus membuat Surat Perjanjian Ikatan Dinas pertama pada formulir yang telah tersedia.
10. Daftar Riwayat Hidup.
Setiap calon Taruna Akpol membuat Daftar Riwayat Hidup dan diketahui oleh Kepala Desa / Lurah setempat dengan mengisi formulir yang telah disediakan.
11. Pas Foto.
Pas foto hitam putih berukuran 4 X 6 sebanyak 12 lembar, menghadap ke depan, tidak gondrong, tidak memakai kacamata, daun telinga harus kelihatan dan kertas foto mengkilat / bukan dop.
12. Surat Keterangan Sehat
Surat Keterangan Sehat dari Institusi Kesehatan ( Puskesmas, RS di luar Polri ) yang ditandatangani dan distempel oleh Kepala Institusi Kesehatan tersebut, yang menyatakan berbadan sehat dan tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk pria, 160 untuk wanita.
Surat Pernyataan Sanggup Ditempatkan Di mana Saja di seluruh Wilayah Republik Indonesia dan sanggup ditugaskan di setiap bidang tugas Kepolisian.

Tuesday, April 12, 2011

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH JAWA BARAT

PANITIA DAERAH PENERIMAAN CALON SISWA SIPSS T.A. 2011



PERSYARATAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI UNTUK MEMPEROLEH NOMOR UJIAN
( PERSYARATAN PENDAFTARAN ) PENERIMAAN CALON SISWA SIPSS T.A. 2011

Calon wajib datang sendiri ke tempat pendaftaran (tidak boleh diwakilkan oleh siapapun juga) dengan membawa Dokumen / Berkas Asli beserta 1 (satu) lembar fotokopi yg telah dilegalisir dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Ijazah/STTB SD, SMP, SMA/Sederajat (fotokopi dilegalisir Dinas Pendidikan Kodya / Kabupaten setempat atau sekolah ).
2. Ijazah S-1/S-2/D-IV yang telah terakreditasi BAN-PT (fotokopi dilegalisir dari Universitas masing-masing).
3. Transkrip Akademik (fotokopi dilegalisir dari Universitas masing-masing).
4. Fotokopi Surat Keputusan atau Sertifikat Akreditasi BAN-PT yg telah dilegalisir.
5. Buku Rapor SD, SMP, SMU Sederajat (fotokopi dilegalisir dari kepala sekolah masing-masing).
6. Daftar nilai HUAN (fotokopi dilegalisir dari Dinas Pendidikan Kodya / Kabupaten setempat atau sekolah).
7. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres/Tabes setempat (lampirkan fotokopi yg telah dilegalisir dari Polres/Tabes yg menerbitkan).
8. Akte Kelahiran / Surat Kenal Lahir (lampirkan fotokopi dilegalisir dari Dinas Kependudukan setempat) .
9. Surat Keterangan Sehat dari Institusi Kesehatan di luar Polri seperti Puskesmas, Rumah Sakit Umum, dll. (lampirkan fotokopi yg telah dilegalisir).
10. KTP atas nama Pendaftar lampirkan (fotokopi yg telah dilegalisir dari Kecamatan setempat).
11. KTP Orang Tua / Wali (lampirkan fotokopi yg telah dilegalisir dari Kecamatan setempat).
12. Kartu Keluarga (lampirkan fotokopi yg telah dilegalisir dari Kecamatan setempat).
13. Pas Foto Hitam Putih ukuran 4 X 6 = 20 Lembar .
14. Pas Foto Close Up Berwarna setengah badan menghadap ke depan ukuran Pos Card / 3R (dengan latar belakang berwarna merah) = 2 (dua) Lembar.
15. Seluruh berkas pendaftaran dimasukkan ke dalam 2 (dua) lembar Map terpisah dengan ketentuan sebagai berikut :
a. 1 (satu) berkas Map yang berisi Dokumen Asli.
b. 1 (satu) berkas Map yang berisi Dokumen Arsip / fotokopi.

Ketentuan khusus :
Tinggi Badan minimal = 160 Cm (Pria) dan 155 Cm (Wanita)
IPK minimal (khusus lulusan S1/S2/DIV) = 2,75 (dua koma tujuh lima)
Usia maksimal S-2 Prof = 30 th, S-1 Prof = 29 th, S1 Umum= 26 th, D-IV = 25 th (TMT 20 Juni 2011)

Jurusan yg dibutuhkan:
• S-2 Profesi psikologi.
• S-1 Profesi kedokteran umum.
• S-1 Tek Kimia.
• S-1 Filsafat Kateketik.
• S-1 Hub. Internasional.
• S-1 Agama.
• S-1 Sastra Inggris.
• S-1 Pendidikan olahraga
• S-1 Administrasi dan teknologi pendidikan.
• S-1 Ilmu komunikasi.
• S-1 Ekonomi akuntansi.
• S-1 Ilmu Hukum.
• D-IV Ahli Nautika
• D-IV Ahli Teknika

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN
Registrasi online melalui www.penerimaan.polri.go.id

Tempat pendaftaran di Polda Jabar (Sekretariat Panda Polda Jabar) Jl. Soekarno-Hatta No. 748, Bandung 40613 untuk Pria dan Wanita, dari tanggal 11 s.d. 25 April 2011, setiap hari kerja mulai pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Panitia Daerah Polda Jabar Telp (022) 7811386 / 7800011 / 7800012 dan Fax (022) 7811386 atau Polres/Tabes yang terdekat atau www.diaperspoldajabar.co.nr