Refleksi hari kelahiran pancasila !
INDONESIA TIDAK BERPANCASILA
tidak memiliki pemimpin pancasilais
Tengok saja !
Perpecahan dimana-mana…
Korupsi dimana-mana….
Ketidak tegakan supremasi hukum…
Kerusuhan masalah ras, suku, agama……
Kebijakan pemerintah Indonesia yang semena-mena…..
Kesenjangan, kemiskinan dan ketidak adilan begitu nampak dipertontonkan !
Lantas dimana falsafah bangsa Indonesia yang katanya ber PANCASILA…
Ketuhanan yang maha Esa
Nampak dipertontonkan bagaimana besarnya pengarus provokasi kepada warga sehingga dibenturkan antar agama, sesama agama agar terjadi pecah belah, saling fitnah. Padahal jika mengaku warga berketuhanan tentu akan terjalin sebuah hubungan rukun dalam membangun bangsa.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Pelaku kebijakan mana yang telah memberikan keadilan dan keberadaban bangsa terhadap rakyat Indonesia…
Persatuan Indonesia
Saling bersatu, kuat dan kokoh…seharusnya hal demikian dalam membangun bangsa, namun nyatanya kepentingan politik TUA dan MUDA, antar PARTAI, antar ORMAS, sangat sulit menyatukan membentuk PERSATUAN INDONESIA.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kepemimpinan otoriter nampak pada Kabinet Indonesia Bersatu II, paling kuasa sehingga kurang transparan dalam mengusut setiap pelaku kejahatan, Buktiny KASUS CENTURY….dimana kepemimpinan pancasilais..
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi
Penegakan supremasi hukum dalam setiap menindak pelaku kejahatan sangatlah tergantung pada kepentingan orang berduit dan kepentingan penyelamatan kebijakan politik saja, buktinya setiap kasus koruspi tidak ada yang jelas juntrungannnya…kasus CENTURY yang basi, Kasus MARKUS…dan kasus yang laiinnya…
Rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik dan pembatasan subsidi BBM meruapakan bukti pemerintah tidak memihak kepada rakyat banyak, kebijakannya lebih pada kepentingan kebijakan politik. Padahal justru rencana tersebut akan lebih banyak menyengsarakan rakyat kecil.
Maka dari itu Dewan Pimpinan Daerah MAHASISWA PANCASILA Provinsi Jawa Barat, menyeruka aksi moral peringatan kelahiran pancasila sebagai berikut :
1. Meminta Pemerintah Indonesia KIB 2; SBY- BUDIONO harus menjadi PEMIMPIN PANCASILAIS agar dapat mensejahterakan rakyat Indonesia, begitupun GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT; HERYAWAN-DEDE YUSUF untuk lebih meningkatkan kesejahteraan warga jawa barat menyeluruh bukan sekedar golongan atau partai tertentu saja.
2. Menolak kebijakan pemerintah dalam pembatasan subsidi BBM untuk rakyat kecil.
3. Tindak pelaku KORUPSI tanpa tebang pilih dan tegakan supremasi hukum seadil-adilnya
Bandung, 01 Juni 2010
Dewan Pimpinan Daerah
Mahasiswa Pancasila
Provinsi Jawa Barat
RIDWAN EKO PRASETYO IMAM SYAFE’I
Ketua Sekretaris
Koord. Aksi : Imam Syafe’I (081322585403)
BERGERAK UNTUK KEMAKMURAN MASYARAKAT BANDUNG (CIBIRU,UJUNGBERUNG, CINAMBO, PANYILEUKAN, ARCAMANIK, ANTAPANI, MANDALAJATI) email/fb:imam.fisika@yahoo.com
Monday, May 31, 2010
Informasi Kurikulum KTSP
In House Training Implementasi Kurikulum KTSP.
Jl. Pal 3 cijerah. Senin/31 Mei 2010 bertempat di SMA Pasundan 4 Kota Bandung menyelenggarakan IHT KTSP dari pukul 7.30 s/d 17.00 diikuti para guru dan Drs.Lili, M.MPd (pengawas), Drs Tatang Suryana (kepala sekolah) SMA Pasundan 4 Bandung.
Jl. Pal 3 cijerah. Senin/31 Mei 2010 bertempat di SMA Pasundan 4 Kota Bandung menyelenggarakan IHT KTSP dari pukul 7.30 s/d 17.00 diikuti para guru dan Drs.Lili, M.MPd (pengawas), Drs Tatang Suryana (kepala sekolah) SMA Pasundan 4 Bandung.
Thursday, April 29, 2010
AKSI LINGKUNGAN HIDUP
Kamis, 29 April 2010
Warga Minta Pengembang Hentikan Perusakan Lingkungan
Pengembang Tanrise City Didemo
ANWARI JANUAR M/GM
WARGA RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru yang tergabung dalam Forum 1234 Cipadung, melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, Jln. A.H. Nasution Bandung, Rabu (28/4).
NASUTION,(GM)-
Sekitar 50 warga RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung yang menamakan dirinya Forum 1234 Cipadung, melakukan aksi demo di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, di Jln. A.H. Nasution, Rabu (28/4). Warga mendesak pengembang Tanrise City segera menghentikan perusakan ekosistem lingkungan selama proses pematangan lahan.
Aksi warga dipicu sikap pengembang yang tidak terbuka. Bahkan, warga juga menuding pengembang sudah melakukan pembalakan/penebangan pohon di lokasi yang akan digunakan sebagai area bisnis itu.
"Selama ini belum pernah ada sosialisasi formal yang dilakukan pengembang kepada warga sekitar. Mereka terkesan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya mereka melakukan tindakan di luar aturan," tutur Kordinator Lapangan Forum 1234 Cipadung, Sony Sonjaya Atmadja kepada wartawan di sela-sela aksi.
Menurut Sony, proses pematangan lahan seluas 26 hektare itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Selama itu, pengembang belum melakukan sosialisasi kepada warga. Bahkan, warga tidak mengetahui apa yang akan dibangun di lokasi bekas PT Patal Cipadung tersebut.
"Kita hanya tahu dari pihak lain, bukan dari pengembang langsung. Ada yang bilang akan dijadikan gudang, ada juga yang bilang akan dibangun pusat bisnis. Kita ingin tahu langsung dari pengembang," tegasnya.
Informasi tidak diberikan secara langsung, termasuk masalah pematangan lahan. Dari informasi, kata Sony, pengembang hanya akan melakukan pemotongan rumput. Namun pada kenyataannya, pengembang justru menebang sekitar 50 pohon mahoni berukuran besar dan berusia puluhan tahun.
Menurut Sony, pohon-pohon tersebut semasa PT Patal Cipadung berdiri dijadikan paru-paru wilayah sekitarnya. "Kita merasa dibodohi. Mereka bilang hanya memotong rumput, tapi kenyataannya malah menebang pohon. Kami tidak setuju dengan cara mereka merusak ekosistem lingkungan Cipadung," tuturnya.
Ditambahkan Sony, apa yang dilakukan pengembang Tanrise City sangat merugikan warga sekitar. Pasalnya, akibat penebangan pohon itu, kawasan Cipadung yang tadinya rindang dan sejuk kini berubah menjadi gersang dan panas.
Aksi yang dilakukan warga, ujarnya, merupakan bentuk ketidaksetujuan. Warga meminta pengembang bertanggung jawab atas masalah ini. "Kalau mereka tetap tidak mengindahkan tuntutan ini, kami akan terus melakukan aksi. Kami tidak ingin lingkungan kami rusak gara-gara pembangunan Tanrise City," katanya.
Persiapan lahan
Sementara itu, pihak pengembang yang diwakili oleh Wakil Kordinator Lapangan, Herdian menyatakan, persiapan lahan tidak akan berhenti. Saat ini, pihaknya baru meratakan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik.
Mengenai permintaan warga, akan dibahas kemudian oleh pihak perusahaan dan jawabannya akan disampaikan kepada warga dalam pertemuan resmi. " Soal waktunya kapan, tergantung warga," katanya.
Ketika ditanya masalah penebangan puluhan pohon seperti ditudingkan warga, Herdian membantahnya. Menurut Herdian, selama sebulan proses pematangan lahan, pihaknya sbelum pernah menebang pohon.
"Mungkin itu bekas yang dulu sebelum kita beli lahan ini," ujarnya. (B.114/B.115)**
Warga Minta Pengembang Hentikan Perusakan Lingkungan
Pengembang Tanrise City Didemo
ANWARI JANUAR M/GM
WARGA RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru yang tergabung dalam Forum 1234 Cipadung, melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, Jln. A.H. Nasution Bandung, Rabu (28/4).
NASUTION,(GM)-
Sekitar 50 warga RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung yang menamakan dirinya Forum 1234 Cipadung, melakukan aksi demo di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, di Jln. A.H. Nasution, Rabu (28/4). Warga mendesak pengembang Tanrise City segera menghentikan perusakan ekosistem lingkungan selama proses pematangan lahan.
Aksi warga dipicu sikap pengembang yang tidak terbuka. Bahkan, warga juga menuding pengembang sudah melakukan pembalakan/penebangan pohon di lokasi yang akan digunakan sebagai area bisnis itu.
"Selama ini belum pernah ada sosialisasi formal yang dilakukan pengembang kepada warga sekitar. Mereka terkesan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya mereka melakukan tindakan di luar aturan," tutur Kordinator Lapangan Forum 1234 Cipadung, Sony Sonjaya Atmadja kepada wartawan di sela-sela aksi.
Menurut Sony, proses pematangan lahan seluas 26 hektare itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Selama itu, pengembang belum melakukan sosialisasi kepada warga. Bahkan, warga tidak mengetahui apa yang akan dibangun di lokasi bekas PT Patal Cipadung tersebut.
"Kita hanya tahu dari pihak lain, bukan dari pengembang langsung. Ada yang bilang akan dijadikan gudang, ada juga yang bilang akan dibangun pusat bisnis. Kita ingin tahu langsung dari pengembang," tegasnya.
Informasi tidak diberikan secara langsung, termasuk masalah pematangan lahan. Dari informasi, kata Sony, pengembang hanya akan melakukan pemotongan rumput. Namun pada kenyataannya, pengembang justru menebang sekitar 50 pohon mahoni berukuran besar dan berusia puluhan tahun.
Menurut Sony, pohon-pohon tersebut semasa PT Patal Cipadung berdiri dijadikan paru-paru wilayah sekitarnya. "Kita merasa dibodohi. Mereka bilang hanya memotong rumput, tapi kenyataannya malah menebang pohon. Kami tidak setuju dengan cara mereka merusak ekosistem lingkungan Cipadung," tuturnya.
Ditambahkan Sony, apa yang dilakukan pengembang Tanrise City sangat merugikan warga sekitar. Pasalnya, akibat penebangan pohon itu, kawasan Cipadung yang tadinya rindang dan sejuk kini berubah menjadi gersang dan panas.
Aksi yang dilakukan warga, ujarnya, merupakan bentuk ketidaksetujuan. Warga meminta pengembang bertanggung jawab atas masalah ini. "Kalau mereka tetap tidak mengindahkan tuntutan ini, kami akan terus melakukan aksi. Kami tidak ingin lingkungan kami rusak gara-gara pembangunan Tanrise City," katanya.
Persiapan lahan
Sementara itu, pihak pengembang yang diwakili oleh Wakil Kordinator Lapangan, Herdian menyatakan, persiapan lahan tidak akan berhenti. Saat ini, pihaknya baru meratakan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik.
Mengenai permintaan warga, akan dibahas kemudian oleh pihak perusahaan dan jawabannya akan disampaikan kepada warga dalam pertemuan resmi. " Soal waktunya kapan, tergantung warga," katanya.
Ketika ditanya masalah penebangan puluhan pohon seperti ditudingkan warga, Herdian membantahnya. Menurut Herdian, selama sebulan proses pematangan lahan, pihaknya sbelum pernah menebang pohon.
"Mungkin itu bekas yang dulu sebelum kita beli lahan ini," ujarnya. (B.114/B.115)**
AKSI LINGKUNGAN HIDUP
Kamis, 29 April 2010
Warga Minta Pengembang Hentikan Perusakan Lingkungan
Pengembang Tanrise City Didemo
ANWARI JANUAR M/GM
WARGA RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru yang tergabung dalam Forum 1234 Cipadung, melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, Jln. A.H. Nasution Bandung, Rabu (28/4).
NASUTION,(GM)-
Sekitar 50 warga RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung yang menamakan dirinya Forum 1234 Cipadung, melakukan aksi demo di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, di Jln. A.H. Nasution, Rabu (28/4). Warga mendesak pengembang Tanrise City segera menghentikan perusakan ekosistem lingkungan selama proses pematangan lahan.
Aksi warga dipicu sikap pengembang yang tidak terbuka. Bahkan, warga juga menuding pengembang sudah melakukan pembalakan/penebangan pohon di lokasi yang akan digunakan sebagai area bisnis itu.
"Selama ini belum pernah ada sosialisasi formal yang dilakukan pengembang kepada warga sekitar. Mereka terkesan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya mereka melakukan tindakan di luar aturan," tutur Kordinator Lapangan Forum 1234 Cipadung, Sony Sonjaya Atmadja kepada wartawan di sela-sela aksi.
Menurut Sony, proses pematangan lahan seluas 26 hektare itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Selama itu, pengembang belum melakukan sosialisasi kepada warga. Bahkan, warga tidak mengetahui apa yang akan dibangun di lokasi bekas PT Patal Cipadung tersebut.
"Kita hanya tahu dari pihak lain, bukan dari pengembang langsung. Ada yang bilang akan dijadikan gudang, ada juga yang bilang akan dibangun pusat bisnis. Kita ingin tahu langsung dari pengembang," tegasnya.
Informasi tidak diberikan secara langsung, termasuk masalah pematangan lahan. Dari informasi, kata Sony, pengembang hanya akan melakukan pemotongan rumput. Namun pada kenyataannya, pengembang justru menebang sekitar 50 pohon mahoni berukuran besar dan berusia puluhan tahun.
Menurut Sony, pohon-pohon tersebut semasa PT Patal Cipadung berdiri dijadikan paru-paru wilayah sekitarnya. "Kita merasa dibodohi. Mereka bilang hanya memotong rumput, tapi kenyataannya malah menebang pohon. Kami tidak setuju dengan cara mereka merusak ekosistem lingkungan Cipadung," tuturnya.
Ditambahkan Sony, apa yang dilakukan pengembang Tanrise City sangat merugikan warga sekitar. Pasalnya, akibat penebangan pohon itu, kawasan Cipadung yang tadinya rindang dan sejuk kini berubah menjadi gersang dan panas.
Aksi yang dilakukan warga, ujarnya, merupakan bentuk ketidaksetujuan. Warga meminta pengembang bertanggung jawab atas masalah ini. "Kalau mereka tetap tidak mengindahkan tuntutan ini, kami akan terus melakukan aksi. Kami tidak ingin lingkungan kami rusak gara-gara pembangunan Tanrise City," katanya.
Persiapan lahan
Sementara itu, pihak pengembang yang diwakili oleh Wakil Kordinator Lapangan, Herdian menyatakan, persiapan lahan tidak akan berhenti. Saat ini, pihaknya baru meratakan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik.
Mengenai permintaan warga, akan dibahas kemudian oleh pihak perusahaan dan jawabannya akan disampaikan kepada warga dalam pertemuan resmi. " Soal waktunya kapan, tergantung warga," katanya.
Ketika ditanya masalah penebangan puluhan pohon seperti ditudingkan warga, Herdian membantahnya. Menurut Herdian, selama sebulan proses pematangan lahan, pihaknya sbelum pernah menebang pohon.
"Mungkin itu bekas yang dulu sebelum kita beli lahan ini," ujarnya. (B.114/B.115)**
Warga Minta Pengembang Hentikan Perusakan Lingkungan
Pengembang Tanrise City Didemo
ANWARI JANUAR M/GM
WARGA RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru yang tergabung dalam Forum 1234 Cipadung, melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, Jln. A.H. Nasution Bandung, Rabu (28/4).
NASUTION,(GM)-
Sekitar 50 warga RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung yang menamakan dirinya Forum 1234 Cipadung, melakukan aksi demo di depan pintu gerbang proyek pembangunan kawasan bisnis Tanrise City, di Jln. A.H. Nasution, Rabu (28/4). Warga mendesak pengembang Tanrise City segera menghentikan perusakan ekosistem lingkungan selama proses pematangan lahan.
Aksi warga dipicu sikap pengembang yang tidak terbuka. Bahkan, warga juga menuding pengembang sudah melakukan pembalakan/penebangan pohon di lokasi yang akan digunakan sebagai area bisnis itu.
"Selama ini belum pernah ada sosialisasi formal yang dilakukan pengembang kepada warga sekitar. Mereka terkesan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya mereka melakukan tindakan di luar aturan," tutur Kordinator Lapangan Forum 1234 Cipadung, Sony Sonjaya Atmadja kepada wartawan di sela-sela aksi.
Menurut Sony, proses pematangan lahan seluas 26 hektare itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Selama itu, pengembang belum melakukan sosialisasi kepada warga. Bahkan, warga tidak mengetahui apa yang akan dibangun di lokasi bekas PT Patal Cipadung tersebut.
"Kita hanya tahu dari pihak lain, bukan dari pengembang langsung. Ada yang bilang akan dijadikan gudang, ada juga yang bilang akan dibangun pusat bisnis. Kita ingin tahu langsung dari pengembang," tegasnya.
Informasi tidak diberikan secara langsung, termasuk masalah pematangan lahan. Dari informasi, kata Sony, pengembang hanya akan melakukan pemotongan rumput. Namun pada kenyataannya, pengembang justru menebang sekitar 50 pohon mahoni berukuran besar dan berusia puluhan tahun.
Menurut Sony, pohon-pohon tersebut semasa PT Patal Cipadung berdiri dijadikan paru-paru wilayah sekitarnya. "Kita merasa dibodohi. Mereka bilang hanya memotong rumput, tapi kenyataannya malah menebang pohon. Kami tidak setuju dengan cara mereka merusak ekosistem lingkungan Cipadung," tuturnya.
Ditambahkan Sony, apa yang dilakukan pengembang Tanrise City sangat merugikan warga sekitar. Pasalnya, akibat penebangan pohon itu, kawasan Cipadung yang tadinya rindang dan sejuk kini berubah menjadi gersang dan panas.
Aksi yang dilakukan warga, ujarnya, merupakan bentuk ketidaksetujuan. Warga meminta pengembang bertanggung jawab atas masalah ini. "Kalau mereka tetap tidak mengindahkan tuntutan ini, kami akan terus melakukan aksi. Kami tidak ingin lingkungan kami rusak gara-gara pembangunan Tanrise City," katanya.
Persiapan lahan
Sementara itu, pihak pengembang yang diwakili oleh Wakil Kordinator Lapangan, Herdian menyatakan, persiapan lahan tidak akan berhenti. Saat ini, pihaknya baru meratakan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik.
Mengenai permintaan warga, akan dibahas kemudian oleh pihak perusahaan dan jawabannya akan disampaikan kepada warga dalam pertemuan resmi. " Soal waktunya kapan, tergantung warga," katanya.
Ketika ditanya masalah penebangan puluhan pohon seperti ditudingkan warga, Herdian membantahnya. Menurut Herdian, selama sebulan proses pematangan lahan, pihaknya sbelum pernah menebang pohon.
"Mungkin itu bekas yang dulu sebelum kita beli lahan ini," ujarnya. (B.114/B.115)**
Tuesday, April 20, 2010
INFO POLDA JABAR
Pengumuman Penerimaan TARUNA AKPOL T.A 2010 Pada PANDA POLDA JAWA BARAT
Pembukaan 03 MEI - 07 Juni 2010, Informasi Pendaftaran langsung ke MAPOLDA JABAR Jl. Sukarno Hatta
(Imam Syafe'i/Tim Was Eksternal Panda POLDA JABAR)
Pembukaan 03 MEI - 07 Juni 2010, Informasi Pendaftaran langsung ke MAPOLDA JABAR Jl. Sukarno Hatta
(Imam Syafe'i/Tim Was Eksternal Panda POLDA JABAR)
Wednesday, April 14, 2010
Kisi-kisi UTS Fisika Kelas X SMA Pasundan 4 Kota Bandung
kisi-kisi UTS Fisika SMA Pasundan 4 Kota Bandung
Siswa dapat :
- Mengetahui bentuk bayangan sebuah benda
- Mengetahui fungsi bagian mata
- Menghitung kekuatan kacamata pada mata
- Menghitung jarak bayangan pada kamera
- Menghitung panjang teropong
- Mengetahui saat mengalami pemuaian suhu suatu zat
- Menghitung luas pelat besi pada kalor
- Menghitung volume pada kalor
- Mengetahui satuan kalor jenis
- Menghitung perbesaran mikroskop
- Menghitung kalor dari suatu benda
Selamat menempuh ujian, EUREKA!
Siswa dapat :
- Mengetahui bentuk bayangan sebuah benda
- Mengetahui fungsi bagian mata
- Menghitung kekuatan kacamata pada mata
- Menghitung jarak bayangan pada kamera
- Menghitung panjang teropong
- Mengetahui saat mengalami pemuaian suhu suatu zat
- Menghitung luas pelat besi pada kalor
- Menghitung volume pada kalor
- Mengetahui satuan kalor jenis
- Menghitung perbesaran mikroskop
- Menghitung kalor dari suatu benda
Selamat menempuh ujian, EUREKA!
Thursday, April 8, 2010
Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Aceh
[ Kamis, 08 April 2010 ]
Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Aceh
Terbesar Guncang Aceh Pascatsunami
BANDA ACEH - Gempa hebat berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) mengguncang Aceh kemarin pagi (7/4). Gempa tektonik itu merupakan yang terbesar pascagempa dan tsunami yang memorak-porandakan tanah Serambi Makkah dan sejumlah negara lain di Asia pada Desember 2004.
Belum ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut. Berdasar informasi yang didapat Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), sedikitnya 21 warga terluka dan dilarikan ke rumah sakit. ''Pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan para korban yang tertimpa bencana,'' ujar Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar.
Nazar menuturkan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota masih mengidentifikasi kerusakan fasilitas dan bangunan fisik di daerah gempa. ''Kami mendapat laporan soal sejumlah rumah dan bangunan yang rusak serta warga luka-luka. Tapi, tidak sampai ada yang mengungsi ke tempat lain,'' kata Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi NAD itu.
Gempa kali pertama mengguncang sekitar pukul 05.15. Badan Geologi AS (USGS) semula menyebutkan, gempa tersebut berkekuatan 7,7 SR dan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Tetapi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian menyatakan gempa berkekuatan 7,2 SR.
Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Mata Ie, Aceh Besar, Syahnan kepada Rakyat Aceh menjelaskan bahwa gempa berpusat di 2.33 LU - 97.02 BT dengan episentrum (titik pusat) berada di laut dengan kedalaman 34 km tenggara Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue. Getaran gempa juga terasa di Sumatera Utara hingga Riau.
Menurut Syahnan, setelah gempa pertama, terjadi gempa susulan hingga empat kali dengan intensitas lebih kecil. Seismograf mencatat terjadi gempa susulan hingga durasi satu jam atau sampai pukul 07.00. Kekuatan gempa susulan itu 2-4 SR.
''Kami menginformasikan potensi tsunami kepada masyarakat setelah gempa pertama. Namun, setelah ditunggu perkembangannya beberapa saat, peringatan dicabut karena ternyata tidak terjadi tsunami,'' tutur Syahnan.
Peringatan tsunami menimbulkan kepanikan warga di pesisir Aceh. Mereka khawatir dampak gempa kali ini menyerupai musibah tsunami enam tahun lalu. Warga Simeulue ramai-ramai menuju dataran tinggi untuk mencari lokasi yang aman.
Sarina, warga Gampong Suka Jaya, Simeulue, menyelamatkan diri bersama suami dan anaknya dengan menempuh perjalanan 1,5 km menuju dataran tinggi di Jalan Baru. ''Kami masih trauma dengan tsunami pada 2004,'' ujar Sarina. Di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, warga menjauh dari bibir pantai karena khawatir terjadi tsunami.
Akibat gempa, aktivitas di Simeulue terhenti total. Roda pemerintahan dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah tempat pendidikan tidak bisa berlangsung. Sekitar enam kantor pemerintahan rusak parah. Di Kabupaten Aceh Barat Daya, sejumlah rumah warga roboh.
Kerusakan paling parah akibat gempa terjadi di Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang berjarak sekitar 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Selain merusak dan menghancurkan bangunan, gempa itu mengakibatkan aliran listrik terputus.
Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, sempat gelap gulita. Sedikitnya 12 warga luka. Empat orang di antara mereka terluka serius. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Simeulue untuk mendapatkan perawatan.
Sejumlah warga di Aceh Singkil juga dilaporkan menjadi korban. Sejumlah bangunan, tempat ibadah, dan jalan di wilayah pantai barat Aceh itu juga rusak.
Aliran listrik di Aceh dan Sumut sempat terganggu akibat gempa. Di pantai timur Aceh, listrik padam akibat naiknya endapan lumpur dalam tangki PLTU Sinacang di Beulawan, Sumut. ''Saat gempa, terjadi guncangan hebat sehingga endapan lumpur naik dan pembangkit dimatikan untuk menghindari kerusakan fatal,'' kata Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Aceh Said Mukarram.
Sejak pukul 9.00, ungkap dia, secara bertahap sistem kelistrikan berjalan lagi dan pada pukul 10.40 listrik kembali pulih karena mesin pembangkit mulai dihidupkan. Secara bertahap, pasokan listrik dari Sicanang, Belawan, normal kembali. (jpnn/c4/dwi)
Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Aceh
Terbesar Guncang Aceh Pascatsunami
BANDA ACEH - Gempa hebat berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) mengguncang Aceh kemarin pagi (7/4). Gempa tektonik itu merupakan yang terbesar pascagempa dan tsunami yang memorak-porandakan tanah Serambi Makkah dan sejumlah negara lain di Asia pada Desember 2004.
Belum ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut. Berdasar informasi yang didapat Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), sedikitnya 21 warga terluka dan dilarikan ke rumah sakit. ''Pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan para korban yang tertimpa bencana,'' ujar Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar.
Nazar menuturkan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota masih mengidentifikasi kerusakan fasilitas dan bangunan fisik di daerah gempa. ''Kami mendapat laporan soal sejumlah rumah dan bangunan yang rusak serta warga luka-luka. Tapi, tidak sampai ada yang mengungsi ke tempat lain,'' kata Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi NAD itu.
Gempa kali pertama mengguncang sekitar pukul 05.15. Badan Geologi AS (USGS) semula menyebutkan, gempa tersebut berkekuatan 7,7 SR dan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Tetapi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian menyatakan gempa berkekuatan 7,2 SR.
Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Mata Ie, Aceh Besar, Syahnan kepada Rakyat Aceh menjelaskan bahwa gempa berpusat di 2.33 LU - 97.02 BT dengan episentrum (titik pusat) berada di laut dengan kedalaman 34 km tenggara Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue. Getaran gempa juga terasa di Sumatera Utara hingga Riau.
Menurut Syahnan, setelah gempa pertama, terjadi gempa susulan hingga empat kali dengan intensitas lebih kecil. Seismograf mencatat terjadi gempa susulan hingga durasi satu jam atau sampai pukul 07.00. Kekuatan gempa susulan itu 2-4 SR.
''Kami menginformasikan potensi tsunami kepada masyarakat setelah gempa pertama. Namun, setelah ditunggu perkembangannya beberapa saat, peringatan dicabut karena ternyata tidak terjadi tsunami,'' tutur Syahnan.
Peringatan tsunami menimbulkan kepanikan warga di pesisir Aceh. Mereka khawatir dampak gempa kali ini menyerupai musibah tsunami enam tahun lalu. Warga Simeulue ramai-ramai menuju dataran tinggi untuk mencari lokasi yang aman.
Sarina, warga Gampong Suka Jaya, Simeulue, menyelamatkan diri bersama suami dan anaknya dengan menempuh perjalanan 1,5 km menuju dataran tinggi di Jalan Baru. ''Kami masih trauma dengan tsunami pada 2004,'' ujar Sarina. Di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, warga menjauh dari bibir pantai karena khawatir terjadi tsunami.
Akibat gempa, aktivitas di Simeulue terhenti total. Roda pemerintahan dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah tempat pendidikan tidak bisa berlangsung. Sekitar enam kantor pemerintahan rusak parah. Di Kabupaten Aceh Barat Daya, sejumlah rumah warga roboh.
Kerusakan paling parah akibat gempa terjadi di Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang berjarak sekitar 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Selain merusak dan menghancurkan bangunan, gempa itu mengakibatkan aliran listrik terputus.
Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, sempat gelap gulita. Sedikitnya 12 warga luka. Empat orang di antara mereka terluka serius. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Simeulue untuk mendapatkan perawatan.
Sejumlah warga di Aceh Singkil juga dilaporkan menjadi korban. Sejumlah bangunan, tempat ibadah, dan jalan di wilayah pantai barat Aceh itu juga rusak.
Aliran listrik di Aceh dan Sumut sempat terganggu akibat gempa. Di pantai timur Aceh, listrik padam akibat naiknya endapan lumpur dalam tangki PLTU Sinacang di Beulawan, Sumut. ''Saat gempa, terjadi guncangan hebat sehingga endapan lumpur naik dan pembangkit dimatikan untuk menghindari kerusakan fatal,'' kata Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Aceh Said Mukarram.
Sejak pukul 9.00, ungkap dia, secara bertahap sistem kelistrikan berjalan lagi dan pada pukul 10.40 listrik kembali pulih karena mesin pembangkit mulai dihidupkan. Secara bertahap, pasokan listrik dari Sicanang, Belawan, normal kembali. (jpnn/c4/dwi)
Subscribe to:
Posts (Atom)