Tuesday, October 26, 2010

Belajar Kelompok

(Waktu: 60 – 75 menit)



A. PENGANTAR







Belajar kelompok atau disebut juga kerja kelompok adalah bagian dari pengelolaan siswa dalam kegiatan pembelajaran PAKEM. Mengapa belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan perlu bervariasi, baik dari segi penyediaan materi atau sumber belajar maupun pengelolaan belajarnya? Anak akan merasa bosan jika mereka belajar dalam suasana monoton. Kegiatan belajar mengajar perlu memberikan pengalaman belajar yang beragam agar kegiatan belajar tetap menyenangkan dan menantang. Kegiatan membaca dan menuliskan gagasan pribadi misalnya perlu dikerjakan secara individual, latihan berdialog dengan belajar berpasangan, berdiskusi untuk memecahkan masalah perlu kerja kelompok, dan klasikal untuk mendengarkan penjelasan guru. Demikian pula belajar tidak selamanya harus di dalam kelas. Kadang-kadang mereka perlu belajar di luar kelas untuk melakukan pengamatan atau mencari suasana lain yang lebih nyaman dan lebih leluasa, apalagi jika jumlah siswa di dalam kelas terlalu banyak.




B. TUJUAN






Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta:



1. menjelaskan apa yang dimaksud dengan belajar kelompok dan mengapa anak perlu dilatih belajar berkelompok.

2. mampu membuat pengelompokan belajar yang tepat (disesuaikan dengan topik dan materi yang akan diajarkan, serta kompetensi apa yang akan dikembangkan dalam diri anak )

3. mampu mengembangkan gagasan pengelompokan yang lain yang membuat hasil belajar lebih maksimal dan efektif

4. mampu mengidentifikasi kegiatan belajar yang cocok untuk belajar kelompok dan yang tidak.





C. BAHAN DAN ALAT BANTU









1. Spidol untuk dijadikan sumber merumuskan pertanyaan

2. Beberapa lembar transparansi dan pena

D. LANGKAH PEMBELAJARAN









Langkah-langkah pembelajaran dalam pertemuan ini secara diagramatik

digambarkan sebagai berikut:

(15’) (40’) (20’)




Pleno: Apa, Meng apa, & Bagaimana Belajar Kelompok


Kerja kelompok: mengidentifikasi +/- Belajar Kelompok


Pleno: Pembahasan dan Kesimpulan








(1) Pleno: Pengantar (15’)
Fasilitator menjelaskan tentang apa, mengapa, dan bagaimana belajar kelompok (Bahan terlampir)



· Fasilitator mengawali kegiatan dengan mengajukan pertanyaan, apa yang diketahui oleh peserta tentang belajar kelompok karena ini bukan hal baru dalamCTL. Lalu mengapa anak perlu belajar kelompok, apakah semua kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan belajar kelompok, dan meminta beberapa peserta untuk menceritakan pengalaman mereka melaksanakan kegiatan belajar atau kerja kelompok, termasuk suka dukanya.



Fasilitator meminta peserta untuk duduk berkelompok dan memberi tugas:

_ Mengidentifikasi kegiatan belajar apa saja yang seharusnya dilakukan secara berkelompok dan yang tidak.Hasil diskusi ditulis dalam tabel berikut:



Pengelolaan Pembelajaran


Kegiatan yang dilakukan siswa

Kerja secara individual/ perorangan


Membuat maket sekolah (model)

Kerja secara berpasangan




Simulasi dialog

Kerja Kelompok




Menuliskan pengalaman pribadi



· Peserta melaporkan hasilnya, kelompok lain menanggapi dan menambahkan keterangan yang belum lengkap.



Fasilitator meminta peserta untuk mengidentifikasi segi positif dan negatifnya belajar kelompok dan klasikal, kemudian memasukkannya ke dalam tabel sehingga mudah dilihat untuk dikomentari.



Belajar Kelompok:

Positif


Negatif










Belajar Klasikal:

Positif


Negatif










(2) Kerja Kelompok (20’)

· Dalam kelompok 5 orang, peserta:

Menuliskan sebanyak mungkin segi positif dan negatif belajar atau kerja kelompok





(3) Pleno: Pelaporan (20’)

Melaporkan hasil yang ditulis dalam transparansi, kelompok lain

menambahkan dan menanggapi yang tidak jelas. Fasilitator bersama-sama peserta menyimpulkan isi sesi tentang Belajar Kelompok.

Belajar Kelompok



Belajar kelompok mempunyai tujuan utama agar anak dapat bersosialisasi dan bekerjasama, terutama untuk kegiatan yang memerlukan pemecahan masalah bersama, seperti melakukan percobaan, berdiskusi, bermain peran, juga untuk mendorong agar anak pemalu dan penakut mau berbicara. Anak-anak ini akan merasa aman jika berbicara dalam kelompok kecil daripada secara klasikal. Melatih anak belajar kelompok, berarti juga menyiapkan anak untuk menjadi dewasa yang bisa bekerjasama dengan orang lain. Dalam kenyataan hidup yang membuat manusia sukses adalah kemampuannya menerapkan kecerdasan untuk bekerjasama dengan orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Lebih-lebih dalam masyarakat modern, kemampuan bekerjasama semakin penting dan mutlak dibutuhkan (Schmuck,1985). Sebagai ilustrasi, terwujudnya sebuah gedung yang megah merupakan hasil kerjasama berbagai teknisi ahli.



Perlu diperhatikan bahwa tidak semua kegiatan pembelajaran cocok dilakukan dengan belajar kelompok. Jika topik/materi merupakan masalah yang harus dipecahkan bersama atau berupa lembar kerja yang harus dikerjakan melalui percobaan bersama, atau kegiatan bermain peran beberapa orang, ini memang memerlukan kegiatan atau belajar kelompok. Namun, jika materi hanya memerlukan dialog atau menulis percakapan dua orang, yang tepat adalah kerja pasangan, juga menulis karangan pengalaman pribadi yang cocok adalah kerja individual.



Ada beberapa cara pengelompokan yang dapat dilakukan guru, misalnya berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, atau campuran. Setiap jenis pengelompokan tentu mengandung segi positif dan negatif, tergantung bagaimana guru melaksanakannya, termasuk mengetahui mengapa guru mengelompokkan berdasarkan kemampuan, dengan alasan misalnya agar mereka dapat berdiskusi secara efektif, berdasarkan jenis kelamin agar mereka dapat membahas topik dengan lebih terbuka dalam kelompok sejenis, dan sebagainya. Adapun yang penting diperhatikan oleh guru adalah bagiamana belajar kelompok dapat memaksimalkan hasil belajar semua anak dengan kemampuan dan minat yang beragam itu.



Selain itu, guru perlu mengetahui duduk berkelompok tidak sama dengan belajar kelompok. Duduk bisa dalam kelompok, tetapi setiap siswa mengerjakan tugas individual seperti mengerjakan latihan matematika atau mengarang. Namun, juga bisa anak-anak duduk dalam kelompok dan bekerja kelompok seperti melakukan percobaan IPA, berdiskusi untuk memecahkan masalah bersama. Sekali lagi tujuan belajar kelompok, selain meningkatkan sosialisasi, juga melatih siswa bekerjasama, mampu berinteraksi dengan teman lain, berdiskusi dengan tidak memaksakan kehendak/toleransi dan berargumentasi dengan akal sehat/masuk akal, atau secara umum mengembangkan kemampuan intelektual karena anak harus melakukan proses berpikir.



Jika hari ini anak mampu bekerjasama, esok dia akan mampu mengerjakan sesuatu secara mandiri. Kerjasama melalui belajar kelompok di mana anak saling berinteraksi dengan bertanya dan mengemukakan pendapat adalah fondasi sukses di kemudian hari. Berbicara (talk) adalah sentral untuk pengembangan sosial dan pertumbuhan intelektual (Vygotsky, 1962)



Belajar melalui berbicara sama dengan belajar bicara, anak aktif membangun pengetahuannya sendiri (Wells, 1987)



Kesimpulan umum:

Dengan anak terlatih berbicara, berdiskusi, berargumentasi, merencanakan sesuatu bersama dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah, anak akan memiliki keterampilan siap pakai, misalnya untuk melakukan wawancara saat mencari kerja, kritis melihat dan memecahkan permasalahan sesuai situasi, lebih berani dan terampil memimpin rapat atau pertemuan, mampu menengahi perbedaan pendapat dengan memberikan argumentasi yang seimbang untuk kedua belah pihak, mampu menyerap dan menyaring informasi secara kritis, mampu membuat hipotesis, dan berbicara secara efektif.





Pembelajaran secara klasikal (kelompok besar)[1]



Keuntungan


Kerugian (mungkin)

- alat efisien untuk ceramah, film dan demonstrasi

- mengembangkan rasa aman dan “saya berada dalam kelompok”

- mempermudah untuk pengajaran konsep baru

- meningkatkan otoritas guru

- mengesankan hanya satu sumber belajar










- mengurangi tanggung-jawab individu

- mengesampingkan kebutuhan individu dan kebutuhan kelompok besar

- menghambat variasi pembelajaran

- menghambat partisipasi sosial

- meningkatkan masalah fisik (penglihatan, pendengaran)

- mengurangi keterlibatan dalam tugas/kegiatan



-



Pembelajaran secara kelompok kecil

Keuntungan


Kerugian (mungkin)

- mempermudah komunikasi

- meningkatkan interaksi

- mendorong keterlibatan

- mendorong untuk membantu orang lain dan menerima tanggung-jawab

- melatih kemampuan bernegosiasi

- mengembangkan kemampuan mengambil keputusan

- mengembangkan rasa perlu berbagi pendapat

- meningkatkan kerjasama

- memungkinkan variasi pembelajaran

- guru berkesempatan untuk mengamati, mendengarkan dan mendiagnosis siswa

-


- membuat siswa tidak bergairah

- membuang waktu jika kemampuan bekerja kelompok kurang

- membuang waktu jika mengenalkan konsep baru

- mengesampingkan kebutuhan anak pandai dan kurang dari kebutuhan kelompok

- mengesampingkan penguasaan materi dari ketrampilan kerja kelompok

- anak pandai mendominasi anak kurang



[1] Sumber: Kasim Lemlrch J (1990), Curriculum and Instructional Methods for Elementary and Midle School, New York Macmillan College Publishing Co.

08:01 Permalink | Comments (5) | Email this | Tags: pernak-pernik ptk
Comments

bisa minta tlong kirimi ptk pai tentang pembelajaran kelompok, ayahq kebingungan.....

Posted by: herza | 12/29/2009

kirimi dong

Posted by: syamsul | 03/08/2010

Minta tlg penjelasan ttg kooperatif TPS..thank.

Posted by: enda | 03/25/2010

kirimin PTK tentang kelompok belajar sie

Posted by: Yuning pujiyarti | 04/19/2010

What words... super, a remarkable phrase 884d0c

Posted by: Cheap Valium | 09/14/2010

Limbah berbahaya

Tak jarang sampah berbentuk padat, seperti sebuah la;eng atau kotak bekas. Tetapi limbah dari suatu pembangkit energi atau sebuah pabrik biasa berupa cairan gas. Beberapa dari limbah semacam itu bisa berbahaya. Limbah tersebut merusak alam jika manusia tidak membersihkannya dengan benar. Mobil dan rumah tangga juga bisa menghasilkan gas-gas yang berbahaya lewat pembakaran bahan bakar.

Pembangkit listrik juga dapat menjadi masalah pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan berupa gas-gas seperti batu baram minyak dan gasm untuk menghasilkan listrik bagi kita, energi listrik disalurkan ke rumah-rumah kita, ke sekolah-sekolah dan pabrik-pabrik untuk menjalankan mesin. jadi, setiap kali kita menyalakan computer atau pesawat tv, kita sebenarnya membantu menciptakan limbah.

Saat pabrik-pabrik membuat barang-barang seperti sabunm obat atau catm bisa juga menghasilkan bahan-bahan kimia beracun sebagai produk limbahnya. Limbah-limbah cair tak jarang bocor masuk ke danau atau sungai; disana limbah-limbah itu merusak tumbuhan dan mencelakai margasatwa seperti ikan dan burung

Sejumlah pabrik memproduksi limbah beracun. Limbah seperti ini sangat berbahaya dan mengandung bahan kimia yang bisa mencelakai segala makhluk hidup, termasuk manusia. Limbah beracun tidak boleh di buang ke udara, tanah, maupun air. Limbah beracun dan limbah nuklir dari pusat-pusat pembangkit energi harus disimpan di dalam wadah-wadah yang disegel rapat-rapat. Limbah ini dikubur jauh di dalam tanah, namun masih tetap menimbulkan masalah jika bocor, bahaya limbah seperi ini mengancam selama beratus-ratus tahun.

Gunung Merapi Meletus

Rabu, 27/10/2010 00:53 WIB
Gunung Merapi Meletus
Korban Tewas di Sekitar Rumah Mbah Maridjan Jadi 16 Orang foto
Hery Winarno - detikNews




foto
Debu Vulkanik Gunung Merapi
Sleman - Jumlah korban yang tewas di sekitar Rumah Mbah Maridjan akibat awan panas Gunung Merapi bertambah menjadi 16 orang. Di antaranya seorang wartawan dan seorang dokter polisi (dokpol).

Demikian disampaikan oleh anggota TNI dari Komandan Angkatan Laut (Danlanal), Kolonel Pramono kepada wartawan di Posko Hargobinangun, Jl Kaliurang KM 20, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Tim Danlanal merupakan satu-satunya tim evakuasi yang berhasil mencapai rumah Mbah Maridjan.

"Di sepanjang jalan menuju rumah Mbah Maridjan, anggota menemukan 12 mayat dan langsung dievakuasi, diserahkan ke ambulans. Itu belum termasuk jenazah yang ada di rumah Mbah Maridjan 4 orang," jelas Pramono.

Pramono menerangkan, timnya yang beranggotakan 37 orang ini melakukan evakuasi bersama-sama dengan tim lainnya, namun hanya timnya yang berhasil mencapai puncak karena menggunakan truk kuat.

Evakuasi pertama sempat tersendat, karena jalan banyak terhalang pohon yang tumbang. Setelah pohon dipindahkan, tim melanjutkan perjalanan ke rumah Mbah Maridjan dan akhirnya berhasil menemukan mayat bergelimpangan di sepanjang jalan.

"Yang meninggal itu satu wartawan, satu dokpol," tuturnya.

Pramono menceritakan, saat tiba di desa Kinahrejo, situasi sangat mencekam. Banyak pohon yang tumbang dan kering. Sejumlah rumah bahkan masih dalam keadaan terbakar. Halaman rumah Mbah Maridjan sendiri dipenuhi abu setebal 10 cm.

"Di sana ketika anggota saya masuk, ketinggian abu sekitar 10 cm. Jadi begitu kaki menginjak, langsung 'jlub' seperti menginjak pasir," terangnya.

Selain itu, bau belerang juga tercium sangat tajam di lokasi. Atas berbagai pertimbangan, maka Pramono memutuskan untuk menarik timnya.

"Tapi kemudian anggota terpaksa saya tarik pukul 23.00 WIB. Karena ada laporan kondisi di sana sudah tidak memungkinkan dilakukan evakuasi. Hanya tim kami yang sampai ujung sana. Ketika sampai di desa, tercium bau belerang yang kuat makanya segera saya tarik anggota," jelasnya.

(nvc/van)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Menstruasi

Menstruasi

Menstruasi adalah proses meluruhnya
dinding endometrium uterus karena terjadinya penurunan drastis
hormon progesteron secara tiba-tiba.


Fisiologi Siklus Menstruasi

Panjang siklus bervariasi dari 23 hari
atau kurang untuk siklus pendek dan lebih dari 35 hari untuk siklus yang panjang.
Ada sejumlah perempuan yang
siklusnya teratur, sementara ada pula yang bervariasi sampai dengan 7 hari.
Untuk lebih memudahkan pemahaman,
pada tulisan ini kita gunakan rata-rata siklus 28 hari.

Siklus menstruasi di bawah kontrol hormon
seks. Untuk memudahkan, siklus ini dibagi dalam 2 fase, yaitu fase sebelum
ovulasi dan fase setelah ovulasi.


Ukhtiy Harus Tahu!
Siklus Menstruasi itu berbeda dengan
Masa menstruasi

1. Fase sebelum ovulasi – dikontrol oleh
FSH dan esterogen.

Kelenjar pituitari pada dasar
otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di
ovarium (indung telur). Pematangan folikel ini akan
meningkatkan produksi esterogen.

Pada saat kenaikan esterogen mendekati
ovulasi, terjadi perubahan – perubahan sebagai berikut:

*


Endometrium (selaput lendir rahim)
menebal.
*

Serviks menjadi panjang dan lunak
serta terbuka.
* Lendir serviks yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar
pada serviks menjadi lendir yang bersahabat dengan sperma.
* Peningkatan garam, gula, dan asam amino untuk memberikan
makanan pada sperma.
* Peningkatan cairan sampai dengan 10 kali peningkatan volume
lendir.
* Lendir yang subur terdiri dari 98% air – transparan, berkilat,
licin, elastis yang disebut efek spinnbarkeit.
* Struktur lendir yang subur bila dilihat dengan menggunakan
nuclear magnetic resonance memperlihatkan jaringan yang jarang sehingga
dapat dilewati oleh sperma.
* Suhu menetap pada tingkat yang rendah.

Ketika esterogen mencapai tingkat tertentu
dalam darah, kelenjar pituitari distimulasi untuk menghasilkan LH yang
meningkat cepat yang kemudian akan menimbulkan ovulasi (pecahnya
folikel yang matang dan mengeluarkan ovum) dalam 36 jam kemudian.

2. Fase setelah ovulasi – dikontrol oleh
progesteron.

Setelah ovulasi, LH menyebabkan pecahnya
folikel yang kemudian folikel tersebut akan berkembang menjadi
korpus luteum, yang memproduksi progesteron.

Di bawah pengaruh progesteron
terjadi perubahan-perubahan:

*


Endometrium melunak guna
mempersiapkan diri untuk menerima implantasi (penempelan) telur yang
telah dibuahi.
*

Serviks memendek, keras, dan
tertutup.
* Lendir serviks menjadi tidak bersahabat untuk
mencegah penetrasi sperma.
* Setelah ovulasi terdapat perubahan status kesuburan – jaringan
filamen-filamen menjadi lebih padat membentuk lendir yang tebal yang mencegah
penetrasi sperma. Sperma secara cepat akan dirusak oleh cairan vagina yang
bersifat asam.
* Suhu akan meningkat sekitar 0,2˚C atau lebih.


Korpus luteum
akan bertahan sekitar 14 hari, kemudian akan kisut dan mati; progesteron
akan turun; suhu turun; dan endometrium akan mengalami disintegrasi
sehingga terjadilah menstruasi dan lengkaplah satu siklus.


Ovulasi


Ovulasi
hanya terjadi satu hari saja dalam satu siklus dan bila tidak terjadi kehamilan,
2 minggu kemudian diikuti oleh masa menstruasi. Biasanya jangka waktu antara
ovulasi dan menstruasi berikutnya tidaklah berbeda jauh. Lamanya siklus
menstruasi bergantung pada variasi waktu sejak awal siklus sampai ovulasi.
Terjadinya ovulasi menentukan lamanya siklus.

Lamanya waktu sejak awal menstruasi sampai
ovulasi bisa bermacam-macam. Ovulasi seringkali tertunda pada
saat-saat seseorang mengalami stres, masa menyusui dan masa pra menopause.

Pada satu hari ovulasi dalam suatu siklus,
satu atau dua sel telur siap untuk dibuahi.
Hidup sel telur tidak lebih dari 24 jam,
sedangkan masa hidup sel sperma berbeda-beda. Bila tidak ada lendir yang
menunjang kelangsungan hidupnya, sel sperma tidak bisa bertahan hidup lebih dari
satu jam atau sekitar itu. Namun dengan adanya lendir cervix yang baik,
sel sperma bisa bertahan hidup sampai 2 atau 3 hari, bahkan kadang bisa sampai 4
atau 5 hari lamanya.


PMS (Pra Menstruasi Sindrom)

Menstruasi biasanya identik dengan PMS,
setiap wanita mengalami keluhan menjelang menstruasi. Sekitar 85% wanita
mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa ini.

Gejala yang paling mudah dilihat dari
sindrom pra menstruasi ini adalah mudah marah, depresi, lelah dan tubuh agak
membengkak. Selain itu, biasanya juga terjadi penumpukan cairan dengan payudara
yang agak membengkak, ukuran panggul bertambah besar, wajah terlihat sembab,
sakit kepala, dan nyeri di bagian perut. Perubahan-perubahan mood, seperti mudah
marah, meledak-ledak, dan sering menangis juga kerap menandai munculnya
premenstrual syndrome (PMS) ini.

Yang lebih gawat adalah PMS pun dapat
menimbulkan depresi, terkadang sampai memunculkan perasaan ingin bunuh diri, dan
bahkan keinginan melakukan kekerasan kepada diri sendiri ataupun ke orang lain.

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti
timbulnya PMS belum diketahui. Namun, gejala-gejala PMS tadi diperkirakan
berhubungan dengan meningkatnya hormon-hormon wanita seperti yang telah
dijelaskan di awal -estrogen dan progesterone- dalam hari-hari
menjelang menstruasi. Nah, ketika gejala-gejala tersebut makin hebat dan
menganggu aktivitas sehari-hari pada setiap bulannya, ada baiknya Ukhtiy
berkonsultasi ke dokter.

Inilah beberapa fakta seputar PMS,
termasuk bagaimana cara meringankannya:

1. Telat datang bulan, hal biasa.
Kejadian ini berhubungan dengan tingkat stres yang dialami sehingga kerja hormon
terhambat dan menyebabkan silklus menstruasi pun terganggu. Maka dari itu,
perhatikan jadwal kuliah/kegiatan Ukhtiy, apakah saat ini Ukhtiy dikejar tenggat
waktu soal kuliah, tugas, atau amanah lain. Bila saja Ukhtiy perhatikan, adanya
stres ini dapat membuat menstruasi Uktiy terlambat.

2. Tidak sebanyak yang Ukhtiy pikirkan.
Ukhtiy tidak perlu takut kehilangan jumlah darah terlalu banyak. Secara
rata-rata, setiap bulannya seorang wanita hanya kehilangan sekitar 3 ons darah.

3. Lama atau sebentar itu normal.
Kebanyakan wanita akan mengeluarkan darah sekitar dua hari sampai tujuh hari.
Bila menstruasi Anda lebih dari delapan hari, itu belum tergolong masalah besar.

4. PMS yang bukan PMS
Wanita yang mengalami sakit hebat saat menstruasi itu melebihi gejala umum
sangat mungkin terkena premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Wanita
yang menderita PMDD juga memiliki gejala-gejala sama layaknya PMS, seperti sakit
kepala, nyeri sendi dan otot, tubuh dan payudara membengkak. Gejala-gejala yang
secara umum terjadi, akan menghilang saat berlangsungnya menstruasi.

Apa yang dapat Ukhtiy lakukan?

Untuk mengurangi beberapa kondisi yang
tidak nyaman menjelang PMS, coba lakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Buatlah semacam diary atau jurnal yang mencatat kapan
gejala-gejala itu muncul. Dengan demikian, Ukhtiy mempunyai patokan waktu yang
tepat untuk mengatasinya.
2. Agar sehat, makanlah sedikit tetapi sering. Jika Ukhtiy
menderita konstipasi, konsumsilah bahan makanan yang mengandung banyak serat.
3. Saat sedang minum obat diuretik, biasanya Ukhtiy akan
lebih sering buang air kecil yang memungkinkan mineral penting ikut terbuang.
Karena itu, tambah makanan yang mengandung potassium (buah, makanan
laut, kacang-kacangan), juga makanan, minuman ekstra atau suplemen yang
mengandung vitamin B dan C.
4. Untuk mengurangi terjadinya penumpukan cairan, sebisa mungkin
kurangi garam dalam makanan Ukhtiy. Garam bisa menyerap air dan hal ini dapat
meningkatkan pembengkakan.
5. Perbanyak waktu istirahat untuk menghindari kelelahan. Selain
itu cobalah menghindari situasi yang bisa membuat Ukhtiy stres.
6. Coba bicarakan perasaan Ukhtiy kepada sahabat yang dapat
dipercaya dan dapat mendengarkan keluhan Ukhtiy.
Pastikan pula keluarga tahu mengenai kondisi Ukhtiy.
7. Cobalah minum beberapa ramuan tumbuhan tertentu yang telah
terbukti membantu meningkatkan kesehatan wanita, misalnya kunyit asam, dan
lain-lain.

Alhamdulillah, mudah-mudahan setelah tahu
seluk-beluknya kita bisa menyambut ‘tamu’ kita yang satu ini dengan penuh senyum
dan kehangatan. Ditunggu ya kabar baiknya mulai bulan depan

Menjinakkan Limbah Berbahaya

Limbah B3 pun ternyata masih
bisa menghasilkan uang. Limbah cairan cuci cetak film (fixer), bila bisa
memprosesnya, masih bisa menghasilkan perak murni. Selain fixer, limbah negatif
film pun bisa diolah hingga menghasilkan perak. Cuma persoalannya, untuk bisa
mengolahnya, memang memerlukan pengetahuan proses kimia yang memadai.
Maklum proses ini
melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun.

Adalah Soeyanto, warga
Surabaya,
yang telah 20 tahun menekuni bisnis ini. Awalnya, sebagaimana dikisahkan tabloid
Kontan, Soeyanto belajar dari seorang temannya bernama Suko. Setelah merasa bisa,
mulailah ia merintis usaha sendiri. Ketika memulai usaha itu, dia memperoleh
fixer secara gratisan, karena bahan ini memang menjadi persoalan bagi pengusaha
cuci cetak film. Dibuang sembarangan bisa membahayakan lingkungan, dan mereka
tidak harus diapakan. Meski sudah berbekal pengetahuan dari temannya, Soeyanto
masih juga melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan metode pengolahan
limbah yang tepat, yakni yang: efisien, sekaligus tidak membahayakan bagi diri
dan lingkungannya.

Proses pengolahan dari negatif
film yang berasal dari percetakan untuk diambil peraknya, dimulai dengan
membakar negatif itu hingga jadi abu. Soeyanto menggunakan drum berlobang untuk
membakar film itu. Kemudian abunya dimasak dengan asam nitrat (HNO3) untuk
memisahkan karbonnya. Satu kuintal abu film memerlukan HNO3 sebanyak 2,5 liter.
Pemasakan berlangsung selama 2 jam terus disaring. Selanjutnya yang diproses
justru cairan hasil saringannya, bukan ampasnya.

Cairan itu diendapkan dengan
asam klorida (HCl), sehingga menghasilkan endapan lumpur putih bernama perak
nitra
(Ag NO3). Lalu ditambahkan larutan seng (Zn) pada perak nitrat itu
sehingganitrat akan bereaksi dengan seng sehingga menguap. Tinggallah perak
murni yang siap diolah lagi.

Pengolahan fixer sedikit berbeda.
Cairan fixet
itu diendapkan terlebih dahulu dengan asam belerang. Endapannya disaring dengan
kain kemudian cairan lumpurnya dibakar. Setelah cair ditambahkan seng untuk
memisahkan natrium datri peraknya. Seng dan natrium mengambang di atas dan
peraknya di bawah. Setelah dingin lumpur dimasukkan ke air agar pecah. Sampai di
sini belum diperoleh perak murni. Lumpur tadi masih harus dibersihkan dengan
boras dan direndam air sehingga menghasilkna butir-butir perak yang menyendiri.
Perak yang dihasilkan Soeyanto ini ternyata lebih bagus.

Untuk bahan baku,
Soeyanto membeli film dengan harga Rp 10.000 per kuintal. Sedangkan harga fixer
lebih bervariasi, tergantung penjualnya. Kisarannya mulai dari Rp 2.500 sampai
Rp 25.000 per liter. Dari satu kuintal negartif film bisa dihasikan 1 kg perak
murni. Sedangkan dari fixer, untuk memperoleh 1 kg perak, paling tidak
dibutuhkan 50 liter fixer. Dalam satu bulan rata-rata Soeyanto menghasilkan 8 kg
perak dari fixer dan 6 kg perak dari film, sehingga total dia menghasilkan 14 kg
perak. Bila harga perak
Rp1.400 per gram maka dalam sebulan Soeyanto memperoleh penghasilan kotor
sebesar hampir Rp 20 juta. Tentu saja angka itu harus dikurangi dengan pembelian
bahan baku dan bahan pemroses yang juga tak kalah mahalnya.

Begitulah Soeyanto
yang mahir bermain dengan limbah berbahaya.

Didik S.

Daur Ulang Sampah Kota untuk Pupuk Alternatif

Rarah Ratih Adjie, Yudi Sastro, Syarifah Aminah, Bachtar Bakrie, Salundik, Muflihani Yanis, Suhut Simamora, Benny V. Lotulung, Jajat Sudrajat

Sampah organik kota apabila dikelola dengan baik, tidak hanya berpotensi mengurangi sumber polutan, namun juga akan meningkatkan nilai guna sampah. Diantaranya adalah sebagai pupuk organik yang mampu menggantikan sebagian besar kebutuhan pupuk kimia di DKI Jakarta. Kegiatan ini meliputi pengkajian teknologi pengomposan sampah kota dan formulasi pupuk berbahan baku kompos sampah kota. Peubah yang diamati meliputi temperatur, pH, imbangan C/N, KTK, N, P, K, daya hidup mikroba, dan pertumbuhan tanaman.

BPTP Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Peternakan – IPB melakukan pengkajian daur ulang sampah kota serta pemanfaatannya sebagai pupuk alternatif. Pengkajian dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu pengujian teknologi pengomposan dan percobaan formulasi pupuk.

Untuk pengomposan digunakan bahan sampah organik yang berasal dari Pasar Induk Kramat Jati dan limbah rumen dari Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung. Teknologi pengomposan yang dicobakan merupakan modifikasi teknologi pengomposan yang telah banyak dikembangkan. Karakteristik pengomposan yang digunakan antara lain instalasi pengomposan, materi kompos, sistem aerasi, isolasi mikrobia, dan inokulan mikrobia.

Pada instalansi pengomposan ukuran disesuaikan dengan suplai materi kompos per hari. Lantai instalasi memiliki kemiringan + 50 dilengkapi dengan saluran pembuangan, bak penampungan lindi (lindi: air yang keluar pada saat proses pengomposan), serta pompa air untuk penyiraman materi kompos.

Sebelum pelaksanaan pengomposan, materi kompos (sampah pasar) dicacah dengan ukuran 3-5 cm, tujuannya untuk mempercepat laju degradasi. Sedangkan untuk materi kompos dari limbah rumen tidak dilakukan pencacahan.

Pengomposan dilakukan dengan menggunakan sistem Open Window Aeration yang telah dimodifikasi. Materi kompos yang berasal dari limbah rumen, sistem aerasinya dimodifikasi dengan menggunakan pipa-pipa dari bambu. Sedangkan materi kompos yang berasal dari sampah pasar induk, sistem aerasinya dimodifikasi dengan memasang bilah-bilah bambu berbentuk segitiga yang diletakkan pada dasar materi kompos.

Isolasi mikrobia dilakukan di Laboratorium Fakultas Peternakan IPB Bogor. Isolasi dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu: 1) tahap pengkayaan; 2) tahap pengenceran; dan 3) tahap pemurnian. Metode yang digunakan adalah metode goresan cawan kuadran dan metode cawan gores. Isolasi dilanjutkan dengan karakterisasi mikrobia dengan metode pewarnaan Gram.

Untuk mempercepat proses pengomposan ditambahkan inokulum mikrobia (jamur dan bakteri) yang diisolasi dari materi kompos, sebagai pembanding digunakan inokulum mikrobia EM4.

Pada saat dilakukan pengkajian, secara fisik sampah pasar Induk Kramat Jati terdiri dari sampah sayur dan buah-buahan 70%, bumbu-bumbuan 20%, limbah pengemasan (daun pisang, bambu, ilalang) 7%, plastik 2%, dan sampah lain 1%. Sedangkan limbah rumen 99,5% adalah limbah organik yang telah mengalami penghancuran oleh pencernaan hewan dan 0,5% berupa plastik dan sisa tali. Karakteristik yang paling menonjol pada kedua jenis limbah ini adalah tingginya kandungan air bahan. Hal tersebut merupakan salah satu permasalahan dalam proses pengomposan.

Sistem aerasi dan drainase merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengomposan. Perlakuan inokulasi mikrobia pendegradasi tidak memberikan dampak yang nyata terhadap laju pengomposan. Formulasi pupuk kompos dalam bentuk granular yang diperkaya dengan batuan fosfat, zeolit, dan arang sekam mampu meningkatkan nilai hara pupuk serta meningkatkan daya tahan hiup (survivability) jamur pelarut fosfat yang disertakan. Kompos kota nyata meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman tomat sebesar 200% hingga 300% dibandingkan media tanah + NPK.

Perlakuan inokulasi tidak diperlukan dalam proses pengomposan limbah organik padat kota, namun faktor drainase dan aerasi memegang peranan penting dalam pengelolaan sistem pengomposan. Kombinasi pengaturan drainase dan aerasi yang baik akan mendorong aktifnya jasad aerob dalam proses degradasi pada sistem pengomposan. Sistem pengomposan demikian tidak akan mencemari lingkungan yang ada disekitarnya, sehingga pengolahan limbah organik kota dapat dilakukan pada daerah-daerah sumber sampah, diantaranya lingkungan tempat tinggal, pasar, atau unit pengelolaan yang menghasilkan limbah organik. Proses pengkayaan dan granulasi pupuk kompos kota dengan sumber hara lain sangat penting dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan nilai hara, estetika maupun kemudahan dalam penyimpanan, transportasi, maupun aplikasi pupuk pada tingkat lapangan. Penyertaan inokulum mikrobia penyedia hara juga sangat penting dilakukan guna meningkatkan laju mineralisasi pupuk sehingga kemampuan formula pupuk kompos kota yang diperkaya akan lebih baik lagi.

Dampak Limbah

Dampak Limbah





Dampak
Limbah



1. Limbah Industri Pangan


Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan antara lain ;
tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut). Limbah usaha
kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung
sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak , garam-garam, mineral, dan
sisa0sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan.
Sebagai contohnya limbah industri tahu, tempe, tapioka industri hasil laut
dan industri pangan lainnya, dapat menimbulkan bau yang menyengat dan polusi
berat pada air bila pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat.


Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan
Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah,
larutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke
suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan
dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.



2. Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan


Industri kimia seperti alkohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air
sangat besar, mengeakibatkan pula besarnya limbah cair yang dikeluarkan
kelingkungan sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena didalamnya
terkandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik terlarut
maupun tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses
permentasi berlangsung.


Industri ini mempunyai limbah cair selain dari proses produksinya juga, air
sisa pencucian peralatan, limbah padat berupa onggokan hasil perasan,
endapan Ca SO4, gas berupa uap alkohol. kategori limbah industri ini adalah
llimbah bahan beracun berbahayan (B3) yang mencemari air dan udara.


Gangguan terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan efek bahan kimia toksik :


a.

Keracunan yang akut, yakni keracunan akibat masuknya dosis tertentu kedalam
tubuh melalui mulut, kulit, pernafasan dan akibatnya dapat dilihat dengan
segera, misalnya keracunan H2S, Co dalan dosis tinggi. Dapat menimbulkan
lemas dan kematian. Keracunan Fenal dapat menimbulkan sakit perut dan
sebagainya.


b.

Keracunan kronis, sebagai akibat masuknya zat-zat toksis kedalam tubuh dalam
dosis yang kecil tetapi terus menerus dan berakumulasi dalam tubuh, sehingga
efeknya baru terasa dalam jangka panjang misalnya keracunan timbal, arsen,
raksa, asbes dan sebagainya.


Industri fermentasi seperti alkohol disamping bisa membahayakan pekerja
apabila menghirup zat dalam udara selama bekerja apabila tidak sesuai dengan
Threshol Limit Valued (TLV) gas atau uap beracun dari industri juga dapat
mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.


Kegiatan lain sektor ini yang mencemari lingkungan adalah industri yang
menggunakan bahan baku dari barang galian seperti batako putih, genteng,
batu kapur/gamping dan kerajinan batu bata. Pencemaran timbul sebagai akibat
dari penggalian yang dilakukan terus-menerus sehingga meninggalkan
kubah0kubah yang sudah tidak mengandung hara sehingga apabila tidak
dikreklamasi tidak dapat ditanami untuk ladang pertanian.



3. Limbah Industri Sandang Kulit & Aneka


Sektor sandang dan kulit seperti pencucian batik, batik printing, penyamakan
kuit dapat mengakibatkan pencemaran karena dalam proses pencucian
memerlukanair sebagai mediumnya dalam jumlah yang besar. Proses ini
menimbulkan air buangan (bekas Proses) yang besar pula, dimana air buangan
mengandung sisa-sisa warna, BOD tinggi, kadar minyak tinggi dan beracun
(mengandung limbah B3 yang tinggi).



4. Limbah Industri Logam & Ekektronika.


Bahan buangan yang dihasilkan dari industr besi baja seperti mesin bubut,
cor logam dapat menimbulkan pemcemaran lingkungan. Sebagian besar bahan
pencemarannya berupa debu, asap dan gas yang mengotori udarasekitarnya.
Selain pencemaran udara oleh bahan buangan, kebisingan yang ditimbulkan
mesin dalam industri baja (logam) mengganggu ketenangan sekitarnya. kadar
bahan pencemar yang tinggi dan tingkat kebisingan yang berlebihan dapat
mengganggu kesehatan manusia baik yang bekerja dalam pabrik maupun
masyarakat sekitar.


Walaupun industri baja/logam tidak menggunakan larutan kimia, tetapi
industri ini memcemari air karena buanganya dapat mengandung minyak pelumas
dan asam-asam yang berasal dari proses pickling untukmembersihkan bahan
plat, sedangkan bahan buangan padat dapat dimanfaatkan kembali.


Bahaya dari bahan-bahan pencemar yang mungkin dihaslkan dari proses-proses
dalam industri besi-baja/logam terhadap kesehatan yaitu :


a.


Debu,
dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas


b.


Kebisingan,
mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot,
menurunya kewaspadaan, kosentrasi pemikiran dan efisiensi kerja.


c.


Karbon Monoksida (CO),
dapat menyebabkan gangguan serius, yang diawali dengan napas pendek dan
sakit kepala, berat, pusing-pusing pikiran kacau dan melemahkan penglihatan
dan pendengaran. Bila keracunan berat, dapat mengakibatkan pingsan yang bisa
diikuti dengan kematian.


d.


Karbon Dioksida (CO2),
dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian sakit kepala, pusing-pusing, nafas
pendek, otot lemah, mengantuk dan telinganya berdenging.


e.


Belerang Dioksida (SO2),
pada konsentrasi 6-12 ppm dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan
tenggorokan, peradangan lensa mata (pada konsentrasi 20 ppm), pembengkakan
paru-paru/celah suara.


f.


Minyak pelumas,
buangan dapat menghambat proses oksidasi biologi dari sistem lingkungan,
bila bahan pencemar dialirkan keseungai, kolam atau sawah dan sebagainya.


g.


Asap,
dapat mengganggu pernafasan, menghalangi pandangan, dan bila tercampur
dengan gas CO2, SO2, maka akan memberikan pengaruh
yang nenbahayakan seperti yang telah diuraikan diatas.